SHARE NOW

Polisi Kerap Bikin Konten, Geng Motor dan Begal Merajalela Dimana-mana, Ini Sindiran Netizen: Kerja Kalian Apa?

Polisi Kerap Bikin Konten, Geng Motor dan Begal Merajalela Dimana-mana, Ini Sindiran Netizen: Kerja Kalian Apa?

TVNYABURUH.COM | Belakangan ini, conten creator tengah menjadi pekerjaan atau hobi yang diminati banyak kalangan, tak terkecuali para polisi.

Di sela-sela kehidupannya sebagai polisi, tak jarang mereka membuat konten yang kemudian diunggah di media sosial.

Namun, aksi seperti ini dinilai tidak efisien bagi pekerjaan mereka sebagai polisi. Sehingga netizen banyak yang tidak setuju dengan para polisi yang juga bekerja sebagai conten creator.

Kini, salah satu konten yang menjadi sorotan netizen ialah video yang memperlihatkan sejumlah polisi muda membuat konten mengenai pekerjaan yang tengah mereka emban. Video konten itu di unggah di akun Tiktok @PRCSAMAPTAPOLDAKALBAR.

Dalam video itu, tampak polisi muda yang berjejer dengan memegang sebuah senapan. Lalu, salah seorang polisi muda mulai memamerkan pekerjaannya.

“Kerja kalian apa, begal orang? Tahan kau sama ini (senpi),” ucap polisi dalam video yang saat ini telah dihapus.

Video itu kemudian viral di media sosail. Salah satu akun netizen, yakni @mataelang meng-stitch video itu. Ia lantas menanyakan mengenai pekerjaan para aparat polisi muda itu. Pria di dalam video itu menyebut para aparat saat ini telah beralih profesi.

“Kerja kalian apa, geng motor, begal ya enak lah kalian jadi begal sama geng motor, aman kalian kerja gak ada yang menghalangi. Bapak-bapak kita sekalian ini kan sekarang beralih profesi, jadi buat konten, enggak kerja lagi,” ucapnya

Lebih lanjut, ia menyebut jika saat ini suasananya telah berbalik. Para aparat yang justru menanyakan pekerjaan rakyat, bukan rakyat yang mempertanyakan pekerjaan aparat.

“Kerja kalian apa? Kok jadi bapak yang nanya kerja kami apa. Harusnya kami yang nanya kerja bapak apa. Kok makin banyak geng motor merajalela. Geng motor itu pak bukan bentuknya bukan bentuk tikus kecil-kecil susah dilihat, geng motor itu ada basecamp ada komunitasnya ada tempat nongkrongnya. Kok bebas?” ujarnya.

Pria tersebut lantas meminta para aparat itu untuk resign saja dan beralih pekerjaan. Ia lalu mengungkap keresahan masyarakat saat ini yang takut untuk keluar di atas pukul 22.00 malam.

“Kerja kalian apa? Buat konten. Kok gak resign aja pak jadi tiktokers, jadi selebgram. Iya kan pak?” katanya.

“Kok kami jadi takut keluar jam 10 malam, ada begal ada geng motor. Makanya pak ini kami siapkan (alat pukul) untuk mengantisipasi geng motor begal, maling kerumah kami pak,” sambungnya.

Pria itu juga menyebut jika membuat laporan ke polisi saat ini sudah percuma karena tidak ditanggapi dengan serius. “Kenapa gitu? Yaiya kami kan percuma lapor kalian pak. Boro-boro ditanggapi dengan serius pak, dilayani pun iya, ya kan pak?” ucapnya.

Dalam video itu, pria berkulit cokelat itu mengatakan selama ini uang rakyat telah sia-sia menggaji mereka yang kerjanya hanya membuat konten.

“Kerja kalian apa? Buat konten. Sia-sia kali uang rakyat bayar kalian. Percuma ada security di sebuah perusahaan kalau perusahaan itu sering kemalingan karena uangnya tidak aman kerja kemana-mana was was kena begal dan geng motor,” katanya

Lebih jauh ia menyinggung soal maraknya kehilangan yang terjadi di kalangan rakyat. Ia kemudian mengatakan jangan salahkan rakyat jika menghakimi sendiri karena para aparat yang sudah tidak bisa diandalkan.

“Kerja kalian apa? Buat konten. Resignlah jadi tiktoker, oke? Nanti bapak-bapak bilang nanti kalau ada maling ditempat kami jangan main hakim sendiri, ngadu kami ke bapak respon bapak gak ada,” ungkapnya.

“Di tempat kami memang sering kehilangan pak, dan percuma lapor pak, percuma,” ujarnya lagi.

“Jadi jangan salahkan cara kami jika main hakim sendiri. Karena apa? Percuma lapor bapak-bapak sekalian,” bebernya.

Ia lalu mengatakan jika dengan jumlah mereka yang banyak bahkan ribuan, mengapa kriminalitas masih marak terjadi.

“3.000.000 lebih jumlah kalian di Indonesia, geng motor merajalela, narkoba merajalela, curanmor merajalela, begal merajalela, judi merajalela. Sekarang lapak narkoba sudak kayak jualan di pasar malam, rame. Kenapa? Karena kaliam tidak kerja, cuma buat konten, bahkan live Tiktok di jam kerja,” cetusnya.

“Kasian rakyat itu menggaji kalian. Itulah sebabnya screening tesnya rekrutmennya yang tidak layak menjadi layak, yang layak dibuang,” pungkasnya.

Video sindiran itupun menuai beragam komentar pro dari warganet. Banyak warganet yang menyebut pernyataan pria tersebut merupakan perwakilan dari rakyat.

“Mewakili jiwa masyarakat yg terpendam,” tulis @MUHAMMAD***

“Suara anda mewakili seluruh masarakat indonesia. semaat boz.,” ucap @silkum***

“Mantap pak anda mewakili hati rakyat,” kata @heri***.

#tim/red.

Sumber: Jatimtimes.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER