SHARE NOW

Peringatan Hut RI ke 78 di Ponpes Tahfizd Qur’an AL Faiz

PERINGATAN HUT RI 78 NKRI DI PONPES TAHFIZD QUR’AN AL FAIZ

DELI SERDANG | Faiz Ahmad pembina ponpes Al Faiz dalam pidatonya, Santri itu sebagai generasi muda pelajar harus mengingat pahit getirnya para pendahulu bangsa dalam memperjuangkan kemerdekaan NKRI / pengorbanan harta benda jiwa tanpa pamrih.

Jangan sesekali melupakan sejarah ,santri harus meneruskan hasil-hasil perjuangan pendahulu bangsa dengan kerja keras,kembangkan petensi diri,kembangkan sikap mental juang,tidak apatis,pantang menyerah, peka dan siap bertanggung jawab memikul amanah, tenggang rasa, disiplin, kesetiakawanan sosial, menghargai jasa pahlawan,orang tua,para guru, sayangi adik-adik an,bina,saling mengingatkan kawan-kawan yang lalai,(Kamis, 17/08/2023)

Dan selalu mengingatkan agar tetap fokus menjalankan kegiatan belajar selagi masih muda,jangan sia-sia kan waktu dan kesempatan teruslah berjuang untuk bisa mengisi kemerdekaan bisa bermanfaat bagi dalam kehidupan keluarga,masyarakat dan bangsa.

Ketua Yayasan Fadli Kaukibi SH.CN
Santri dan staf pengajar adalah satu kesatuan dalam kegiatan belajar mengajar harus bersinergi,santri adalah amanah dari orang tuabdan amanah ummat serta amanah yang di berikan Allah SWT kepada kita sebagai pemegang tranfortasi ilmu dan moral.

(Tengah mimbar) Pidato Faiz Ahmad.foto

 

Santri benteng moral moral,benteng idiologi,benteng sosial yang kelak juga adalah benteng politik,benteng ketahanan NKRI,ketahanan Nasioanal takterlepas dari kuatnya ketahanan sosial hanya 900.000 porsenil TNI yang menjaga 17.000 pulau dan 83.000 desa/kelurahan di NKRI hanya 9 s/d 15 personil TNI/POLRI tiap desa/kelurahan yang mampu dijaga /dikerahkan oleh TNI /POLRI.

Jangan sesekali kita bangsa Indonesia dan santri berfikir bahwa Negara ini,bangsa ini tidak ada ancaman serangan dari bangsa lain,pastilah ada serangan /ancaman itu.serangan idiologi,politik pecah belah,penghancuran sistem politik,hukum,budaya dan moral ini dapat kita telah di UU tentang Ketahanan Nasional,

Bela Negara yakni perang hibrid, santri sebagai komponen bangsa harus selalu mempersiapkan potensi diri menghadapi kehidupan kedepan bangsa ini.kekuatan aspek idiologi,politik,ekonomi,sosial budaya( Panca Gatra ) jika sudah hancur maka sumber daya alam NKRI akan di rampas oleh bangsa lain,sumber daya manusia Indonesia akan jalan jadi penumpang di negrinya , akan jalan menuju perbudakan dunia ( THE ROAD OF SERFDOM ).

ya mari kita hantarkan doa bagi para pejuang kemerdekaan NKRI,mari kita terus waspada dan berjuang meningkatkan potensi diri kita serta kita mari ber doa agar pemimpin kita NKRI bisa kita amanahkan dan penuh rasa tangung jawab memimpin melindungi rakyat dan wilayah NKRI untuk bisa membawa negri ini baldatun toyyibatun warobbun gofur.makmur sejahtera kedepan nya.

#tim/red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER