SHARE NOW

Pengemudi Ojol Tewas Terjerat Kabel, Dinas Bina Marga DKI Harus Tanggung Jawab

Pengemudi Ojol Tewas Terjerat Kabel, Dinas Bina Marga DKI Harus Tanggung Jawab

JAKARTA | Ketua Umum Gerakan Masyarakat Cinta Jakarta (Gema Cita), Hilman Firmansyah mendesak Plt Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Heru Suwondo bertanggung jawab terhadap meninggalnya salah satu pengemudi ojek online karena kabel yang melintang di Palmerah, Jakarta Barat.

Hilman mendesak Dinas Bina Marga DKI tidak hanya sekedar memanggil perusahaan kabel optik yang bermasalah tetapi harus bertanggung jawab penuh terhadap korban serta menindak tegas perusahaan kabel optik yang bermasalah.

Perusahaan kabel optik harus bertanggung jawab kepada korban dan diberi sanksi. Ini kejadian telah berulang, mestinya perusahaan-perusahaan di bidang kabel optik segera berbenah dan taat aturan.

Hilman mengimbau provider kabel optik segera merealisasikan pemasangan kabel optik di bawah tanah agar lebih aman untuk warga Jakarta.

Hal ini akan membuat jaringan lebih tertata dan kabel optik yang ditempatkan dibawah tanah akan lebih aman terhadap risiko kerusakan yang diakibatkan oleh cuaca buruk dan ekstrem. Selain itu tidak berbahaya terhadap warga, tidak ada yang menjuntai atau semrawut lagi.

Hilman meminta Pemrov DKI Jakarta berlaku tegas pada perusahaan atau provider kabel optik serta harus melakukan evaluasi jika kabel tersebut masih semrawut dan membahayakan warga.

Pemprov DKI harus bertindak tegas dan evaluasi kerjasama dengan pihak perusahaan, agar kejadian ini tidak berulang, ” tegas Hilman.

Sebelumnya, kabel menjuntai dan semrawut di Jakarta kembali memakan korban jiwa.

Di wilayah Jalan Brigjen Katamso, Palmerah, Jakarta Barat, seorang driver ojek online (ojol) bernama Vadim (38) tahun sampai meregang nyawa akibat peristiwa itu.
peristiwa kecelakaan itu terjadi pada Jumat, (28/07/2023).

Meski sempat mendapatkan perawatan intensif di rumah sakit (RS) Pelni Jakarta, Vadim dinyatakan meninggal dunia keesokan harinya, Sabtu (29/07/2023).

Kendati begitu, rupanya kasus kecelakaan tunggal itu masih belum mendapatkan kejelasan.

Hal itu sebagaimana diceritakan Kakak korban, Sitoresmi (43) yang berharap ada titik terang dari kasus kecelakaan yang menimpa adiknya itu.

Pasalnya, pihak keluarga belum mengetahui persis kronologi kecelakaan tersebut.

“Harapan kami sih ya ada pihak yang berwajib, pihak yang memang berwenang untuk mencari CCTV, yang bisa menjelaskan apa yang terjadi terhadap adik saya,” ujarnya.

Reporter: Hilman Firmansyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER