SHARE NOW

Pasar Inpres Tanjung Morawa 7 Tahun yang Lalu Pernah Beraspal, Aspalnya Hancur ini Penyebabnya?

DELI SERDANG | TVNYABURUH —
Viralnya pasar inpres tanjung morawa kotor dan berlumpur, diberitakan disalah satu di media online 18 oktober 2022 yang lalu, membuat pemerintah kabupaten dan muspika kecamatan sigap tanggap hingga turun kelokasi untuk menangani persoalan tersebut, serta menurunkan alat berat exacavator, lantaran persoalan ini dikeluhkan beberapa pedagang pasar belakang.

Persoalan ini tak sampai disitu, pedagang yang berjualan di atas trotoar disepanjang jalan perintis kemerdekaan dusun IV desa Tanjung Morawa B, juga terkena dampaknya untuk ditertibkan oleh muspika kecamatan dan Satpol PP kabupaten deli serdang.

Para pedagangpun telah mengikuti peraturan dan himbauan para muspika dan Satpol PP deli serdang, dengan sadarnya menggeser meja yang berada di atas trotoar, walau kenyataanya salah satu pedagang yang enggan mau ditertibkan saat penertiban.

 

Inilah yang dilakukan camat baru kecamatan tanjung morawa yang bernama Ismail Marzuki, dan sebelumya pernah juga dilakukan mantan Camat tanjung morawa Marianto Irawadi.

Salah satu pedagang inisial A, mengatakan, “kalau pada masa pak Marianto, kami masih diberikan kelonggaran untuk berjualan di atas trotoar, beliau pernah berpesan sama saya, kalau mau berjualan silahkan saja, tapi setidaknya batasnya diatas trotoar, dan jangan maju lagi, sehingga bisa menyebabkan kemacetan”. Ujarnya mengingat kepemimpinan Pak Marianto Irawadi yang bijaksana tersebut.

Mengingat terkait penertiban ini, lebih kurang 7 – 8 tahun yang lalu pada masa camat kecamatan tanjung morawa, dibawah kepemimpinan ADISAM dituruskan oleh GALUNG, ini juga pernah dilakukan camat tersebut masa itu, mulai drainase diperbaiki serta jalan yang di aspal, tapi pada akhirnya tahun 2022 ini jalan tersebut hancur, kotor, berlumpur dan drainase yang penuh sampah.

Muliadi Ginting, akrab dipanggil Ayah Mul sebagai Koordinator pekerja pengangkut sampah dan penyapu jalanan ini, menjelaskan “masa Pak Adisam yang diteruskan Pak Galung, jalan pajak ini sempat 2 kali di aspal mulus, pemborongnya itu, Bah Puden, masa itu darinase juga di korek, dan yang sangat disayangi para pedagang tidak mau menjaga kebersihan pajak”, ucapnya sambil menunjukan sampah kulit jagung dan sebagainya yang menumpuk dijalan.

Musliadi saat menunjukan tumpukan sampah tersebut.foto

Lanjutnya,
“sampah dibuang ke jalan aspal, air ikan dibuang ke jalan aspal, kan bisa rusak aspalnya, bahkan sampah juga dibuang ke darainase, terkait soal sampah, saya bersama anggota!, sampah selalu kami angkut, tapi khusus bagi orang yang mengumpulkan sampah dikeranjang, dan digoni, kadang yang nakal pedagang nya, segala macam sampah ditumpukan ke jalan aspal ini, kalau begini caranya kami ya keberatan untuk mengakutnya, setidaknya sampah jangan ditumpukan masukan dalam goni atau keranjang sampah”. Sambung Muliadi Ginting yang juga sebagai ketua Pujakesuma dan Pendawa tanjung morawa. Pukul 05.15wib.

Dan ini juga dibenarkan inisial AJ, masa itu ia pernah bawa becak mesin mangkal di pajak inpres “dulu yang saya ingat, pemborongnya itu Bah Puden, sempat bagus jalan pasar inpres ini, mulus kali pun jalan nya dulu, eh.. lebih kurang 1 bulan, bisanya sampah menumpuk ditengah jalan, “.Jelasnya kepada media. Pukul 07.20 wib, minggu, 6 Nov 2022.

Laporan: Eka.S
Editor: A.jais.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER