SHARE NOW

Partai Buruh Pasang Target Pemilu 2024: Lolos Ambang Batas Parlemen

JAKARTA | TVNYABURUH — Partai Buruh mematok target perolehan suara di Pemilu 2024 mendatang. Menurut Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, pihaknya harus lolos ambang batas parlemen atau parliamentary threshold sebesar empat persen.

“Partai buruh di tahun 2024 sudah resmi sebagai peserta pemilu menargetkan 4% dari total suara sah nasional yang kita ketahui sebagai parliamentary threshold,” kata Said Iqbal dalam konferensi pers Partai Buruh di Hotel Ibis, Menteng, Jakarta Pusat pada Rabu (14/12/2022).

Said Iqbal optimis Partai Buruh mampu mencapai target tersebut. Ia merinci perkiraan jumlah suara yang didapat, terutama dari organisasi buruh yang tersebar di beberapa daerah.

“Kira-kira memakai data 2019, ada 6-7 juta suara harus kita raih. Kita punya 5 basis industri yang ada KSPSI dan Bung Andi, yaitu 1 di Jawa Barat, berbasis kursi partai buruh. 2 ada di Jawa Timur, 3 Banten, 4 DKI dan 5 Kepri,” paparnya.

“Itu basis buruh. Kami menargetkan 6-7 juta suara, sehingga lolos parliamentary threshold,” jelas dia.

Selain itu, Partai Buruh lanjut Said Iqbal juga memasang target perolehan kursi di DPR RI hingga DPRD tingkat kabupaten maupun kota. Untuk kursi DPR RI, Partai Buruh menargetkan 20-30 kursi, sementara untuk DPRD, Partai Buruh menginginkan 5% dari total kursi.

“Jumlah kursi, saya dan Bung Andi adalah sekitar 20-30 kursi DPR RI. Untuk DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten, Kota, target kursi kami adalah 5% dari total kursi di masing masing Kabupaten, kota atau provinsi tersebut,” jelasnya.

Selanjutnya untuk Pilkada, Partai Buruh juga mematok target khusus. Said Iqbal menyebut jika Partai Buruh bisa memenangi 10 pemilihan bupati maupun wali kota.

“Untuk Pilkada, kepala daerah kami targetkan 10 bupati atau wali kota akan kita rebut. Kalau gubernur dan wakil gubernur kita belum punya target. Antara lain dari 10 Kabupaten kota itu, R Abdullah walikota Bekasi, obon Tabroni bupati Kabupaten Bekasi, Asmad Serum wakil bupati Karawang atau di Kota Batam,” paparnya.

“Itulah target target yang akan kita capai. Tentu semua kekuasaan itu kita orientasikan untuk perjuangan upah, perjuangan untuk menghapus sistem kerja outsourcing, perjuangan untuk mengembalikan tanah rakyat atau kita kenal dengan reforma agraria, disabilitas, hak hak pekerja perempuan, menghapus sistem kerja kontrak yang berkepanjangan dan lain lain,” jelas Said Iqbal

#tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER