SHARE NOW

Ngerih..! Dalam Waktu 10 Tahun Sebanyak 68 Ribu Pekerja Rokok Ter PHK

JAKARTA| Tvnyaburuh com – Federasi Serikat Pekerja Rokok Tembakau Makanan Minuman Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (FSP RTMM-SPSI) mencatat dalam 10 tahun terakhir sebanyak 68.889 buruh linting rokok kretek terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).

Jumlah tersebut baru yang tergabung di FSP RTMM-SPSI saja. Belum lagi jika digabungkan dengan buruh rokok di asosiasi-asosiasi lain dan yang tidak terdaftar di asosiasi.

“Perjalanan kurang lebih 10 tahun, anggota kami itu merosot sangat tajam, 68.889 orang kehilangan pekerjaan dalam 10 tahun,” kata Ketua FSP RTMM-SPSI Sudarto dalam konferensi pers di kawasan Cibubur, Jakarta Timur, Jumat (1/10/2021) dilansir dari detik.com.

Dijelaskannya, saat ini jumlah anggota RTMM-SPSI tercatat lebih dari 243 ribu orang, di mana lebih dari 153 ribu orang merupakan pekerja di industri rokok. Dari jumlah yang bekerja di industri rokok, lebih dari 60% di antaranya bekerja di segmen sigaret kretek tangan (SKT).

Mereka yang ter-PHK dalam 10 tahun terakhir disebabkan oleh kenaikan cukai hasil tembakau (CHT) yang ditetapkan pemerintah. Beruntungnya pada tahun ini pemerintah tidak menaikkan cukai SKT.

“Pemerintah telah memberikan napas bagi industri SKT untuk bertahan di saat pandemi ini dengan tidak menaikkan tarif cukai dan harga jualnya pada tahun 2021. Ini perlu dipertahankan,” ujarnya.

Kebijakan pemerintah yang tidak menaikkan cukai SKT dinilai sebagai upaya yang tepat untuk menyelamatkan para buruh linting yang didominasi pekerja perempuan.

“Kami berharap jangan sampai sektor ini kembali merosot, seperti yang terjadi dalam kurun waktu sekitar 10 tahun terakhir. SKT adalah kekhasan negeri kita. SKT juga menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dengan pendidikan terbatas,” tambah Sudarto.

#Tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER