SHARE NOW

Mencuat Dugaan Penggelapan Anggaran Honor Guru Rp 66 M di Disdik Sumut

MEDAN | Kabar adanya dugaan penggelapan anggaran honor guru tidak tetap (GTT) di Dinas Pendidikan Sumut mencuat. Fraksi PAN DPRD Sumut yang pertama sekali mengemukakan hal ini.
“Fraksi PAN sudah mengingatkan sejak awal jangan dipermainkan nasib dan honorarium GTT tersebut, apalagi ini ada indikasi kesengajaan penggelapan anggaran,” kata Ketua Fraksi PAN DPRD Sumut, Hendra Cipta, Sabtu (12/8/2023).

Dugaan penggelapan ini muncul berawal dari Dinas Pendidikan Sumut yang kembali menganggarkan honor guru selama empat bulan di P-APBD 2023. Padahal, untuk honor guru selama 12 bulan sudah ditampung dengan anggaran Rp 198 miliar di APBD 2023.

Kekurangan anggaran selama empat bulan itu yang diduga PAN digelapkan. “Kemana digunakan oleh dinas pendidikan honor guru yang empat bulan itu? Kan sudah disahkan dalam APBD 2023 untuk setahun,” sebut Hendra.

Jika dihitung, total anggaran honor guru selama empat bulan yang diduga raib berjumlah Rp 66 miliar. Hal ini kemudian dinilai Hendra sebagai kabar buruk bagi guru tidak tetap di Sumut.

“Ini kado HUT RI yang paling pahit bagi para pahlawan tanpa tanda jasa tersebut, dan kami menyakini Bapak Gubernur Sumatera Utara tidak tahu kejadian ini,” sebutnya.

Hendra menyebut, saat ini pihak Dinas Pendidikan Sumut sedang mencari cara untuk menutupi kekurangan anggaran yang diduga sudah raib itu. Salah satunya dengan mengurangi jam mengajar guru dari 24 jam menjadi 20 jam.

Sekretaris DPW PAN Sumut ini pun berjanji jika pihaknya akan terus mengawal persoalan ini. Dia menyebut pihaknya akan mengusulkan dibentuknya panitia khusus untuk mengurusi persoalan ini.

Inspektorat Bertindak
Inspektorat Sumut pun merespons hal tersebut. Inspektur Sumut Lasro Marbun awalnya menyebut dugaan yang disampaikan Fraksi PAN tersebut merupakan bentuk kecintaan terhadap Provinsi Sumut.

“Tanggapan saya, apa yang diduga Fraksi PAN itu merupakan kecintaan terhadap Pemprov Sumut secara keseluruhan, terkhususnya ke Disdik,” kata Inspektur Sumut, Lasro Marbun.

Lasro kemudian menyampaikan belum bisa menanggapi terkait ada atau tidaknya penggelapan tersebut. Namun ke depan pihaknya akan berkomunikasi dengan berbagai pihak untuk membahas soal itu.

“Saya nanti akan komunikasi dengan Kadisdik, Kepala BKAD, Kepala Bappelitbang, dan lainnya. Agar semuanya clear agar tidak menjadi fenomena yang tak berujung,” ungkapnya.

#red
Sumber: detik.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER