SHARE NOW

Melawan Kesewenangan Wenangan dan Ketidakadilan

JAKARTA | TVNYABURUH — Pada tahun 2007 saya mulai bekerja di PT BHL (BUMI HUTANI LESTARI) yang beralamat di Kantor Kebun Bumi Hutan Lestari (PT BHL) mirah kalamanan kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan Propinsi Kalimantan Tengah. Sekitar 4 (empat tahun) bekerja sebagai pengairan untuk orang chemis / Semprot lahan untuk mematikan rumput, kemudian atas kerja keras saya kemudian saya di alihkan ke bagian pengawasan alat berat, yang diperuntukan untuk pembukaan akses jalan dan jembatan dan lain-lain.

Bahwa selama saya bekerja dengan baik, dan saya tidak pernah mendapatkan komplen dari atasan serta tidak pernah melakukan pelanggaran yang berakibat pada kerugian perusahaan.

Bahwa Pada tanggal 2 Januari 2015 saya di perintahkan bekerja lebur oleh manager estate mirah 04 yang bernama Abel dahur sebagai operator sevice, saya bekerja untuk bekerja lembur untuk mengawasi alat berat yang di rental/sewa oleh PT BHL untuk perbaikan kebun dan jalan serta jembatan.

Bahwa pada saat saya sedang mengecek pancang jembatan, saya kesengol dan ke jepit burit alat berat exa pator yg sedang memutar, Atas kecelakaan kerja tersebut saya di bawa ke klinik dan kemudian saya di rujuk ke RS doris silvanus palangka raya, akibat daru kecelakaan tersebut saya mengalami (TULANG REMUK dan RETAK PADA PUNGGUNG) yang kemudian saat ini saya mengalami cacat permanen.

Bahwa setelah insiden kecelakaan kerja saya mengalami tindakan diskriminatif diantaranya adalah memaksa saya harus bekerja diluar dari pekerjaan semula, saya harus bekerja menyapu dan membawa sampah dan dipaksa terus bekerja dimana kondisi kesehatan saya belum pulih, karena pekerjaan berat yang diberikan kepada saya kondisi kesehatan saya kembali memburuk tulang saya yang patah kembali mengalami pergeseran, pada saat saya harus berobat saya harus mengeluarkan biaya sendiri karena perusahaan tidak mau menanggung, sedangkan upah/gaji saya setiap bulannya dikurangi.

Bahwa pada tahun 2018 dalam kondisi kesehatan saya yang sedang menurun karena terjadi peradangan pada luka-luka saya, pada saat itu saya dipaksa untuk menandatangani sebuah surat dengan janji bila menandatangani surat tersebut saya akan diberikan pesangon, uang penghargaan, uang jaminan kecelakaan kerja dan bersetatus pensiun dini, namun ternyata saya baru mengatahui bahwa surat itu adalah berisi surat pengunduran diri.

Bahwa saya kembali mengajukan keberatan dan menangis sejadi-jadinya memohon untuk pemenuhan hak saya terlebih kondisi saya yang tidak bisa bekerja seperti orang normal karena mengalami cacat permanen, namun perusahaan mengabaikan hal tersebut.

Kemudian saya bersama dengan dengan istri dan ke empat anak saya pulang ke kampung diciamis – Jawa Barat dan menjalani serangkaian pengobatan alternative untuk pemulihan luka-luka saya, namun saya mengalami cacat permanen dan tidak dapat bekerja dengan maksimal.

Bahwa sejak tahun 2018 sd dengan sekarang di tahun 2022 saya terus memperjuangkan pemenuhan hak-hak saya sebagai pekerja, kami percaya kementrian tenaga kerja dapat memberikan jalan keluar dan SOLUSI Terbaik atas permasalahan yang saya alami, untuk itu bersama dengan AKSI MOGOK MAKAN ini saya menuntut :

1. MEMINTA Kementrian memberikan sangksi TEGAS KEPADA PT BUMI HUTANI LESTARI, Atas tindakan sewenang-weanang dan melawan Hukum yang dilakukan kepada saya dan PEKERJA Yang lain.

2. MENDESAK Agar PIHAK PT BUMI HUTANI Untuk Segera memberikan HAK-HAK SAYA sebagai Pekerja diantaranya adalah Upah dan jaminan Kecelakaan Kerja DLL.

3. MEMINTA KEPADA KEMENTRIAN UNTUK MEWUJUDKAN KEADILAN DAN MEMBERIKAN PERLINDUNGAN HUKUM KEPADA SAYA DAN PEKERJA YANG LAIN YANG MEMILIKI NASIB YANG SAMA.

Laporan: Hilman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

NEWSTICKER