SHARE NOW

Manager PKS PT. Lonsum Gunung Melayu Menghina Profesi Wartawan, Ancam dan Memaki Wartawan, Sekjen PWRI DPW Sumut Angkat Bicara.

ASAHAN | TVNYABURUH.COM — Bersumber dari Media Pewarta.com yang berjudul ” Managemant PT. Gunung Melayu disinyalir perbolehkan karyawan untuk ambil brondolan sawit asalkan izin terlebih dahulu” menjadi dasar kepada Reporter Tvnyaburuh Asahan untuk menanyakan kebenaran berita berimbangnya tersebut.

Tanggal 30/10/2022 Reporter coba mengkonfirmasi melalui Via Whatsapp, agar kebenaran sebuah peristiwa yang diberitakan disalah satu media online bukan hanya melalui satu sumber saja, dan hal ini merupakan bagian dari tugas jurnalistik.

Alih-alih bukan mendapatkan informasi yang baik dari Manager PKS PT. Lonsum Gunung Melayu Kecamatan Rahuning Kabupaten Asahan, malah yang didapatkan dari Reporter Tvnyaburuh, melalui pesan singkat via Whatsapp memaki dan sedikit menghina profesi wartawan, khususnya wartawan kabupaten Asahan.

Menejer Lonsum:
“Gak senang kau, Datang ke aku temui aku, mau berapa kau duit”.

Wartawan:
“Saya mau tau tanggapan HRD abg”.

Menejer Lonsum:
“Yan cocok…saya tunggu. Awas jika tidak kau lapor”.

Bukan mendapatkan tanggapan terkait berita berimbang dari seorang Menejer Lonsum dengan nomor Whatsapp 08137705××××, malah seoalah – olah wartawan meminta uang terhadapnya, padahalnya tugas dari pada jurnalistik mengkonfirmasikan terhadap narasumber kedua belah pihak, dan mengancam dengan nada “awas tidak kau lapor”. Atas ucapannya ini tidak nyambung yang di pertanyakan wartawan tvnyaburuh.

Menejer Lonsum:
“Cari uang jg seperti ini…bisulan nanti anak anda”.

Wartawan:
“Yg jelas mental sy tak makan gajilah”.

Menejer Lonsum:
“Hahahahah…tp minta2 kan”.

Wartawan:
“Insya Allah tidak bg”.

Dan masih banyak yang lain lagi via whatsapp kepada wartawan tvnyaburuh. Selain itu menejer lonsum tersebut memaki wartawan tvnyaburuh:

Menejer Lonsum:
“Tanya kawan kau yg anjing itu”.

“Tanyak kan kawan kau itu alamat aku…”.

“Jangan pura2 kau…anjing”.

Wartawan:
“Iy sy dtng sendiri. Dmn alamatnya bg”.

“Gk usah bawak kawan bg, Biar sy sendiri yg dtng, dimana alamtnya bg?”.

Menejer Lonsum:
“Akh BABI KAU”.

Inilah percakapan saat tvnyaburuh mengkonfirmasi oknum dari PT. LONSUM tersebut.

Bukan hanya Reporter TVnyaburuh saja yang di maki, wartawan dari media Jangkauannusantara H. Simanjuntak juga ikut di hina dan di maki melalui via Whatsapp. Ketika kami tanya alasan tentang hinaan dan makian itu, menurut pesan Whatsapp nya tidak jelas maksud dan tujuannya.

Hari ini 31/10/2022 H. Simanjuntak ” Jurnalis itu punya kode etik, maksud dan tujuan beliau memaki itu juga tidak berdasar. Sekelas menejer seharusnya etika nya tidak demikian, kalaupun beliau keberatan dengan sebuah pemberitaan silah kan buat aduan mekanismenya kan ada”.

Hal senada di sampaikn Dedy Siregar salah satu aktivis di Asahan dan merupakan wartawan dari media Metro Asahan, sangat menyayangkan etika Menejer PKS PT. Lonsum tersebut. Tentu sistem managemant PT. Lonsum dalam upaya penjaringan Rekrutment pimpinan sudah baik, namun mengapa ucapan sekelas menejer seperti ini. Tidak menutup kemungkinan beliau dengan bawahannya di duga juga sangat arogan.

Agar kejadian ini tidak terulang, dan buruknya citra PT. Lonsum tbk tidak tercoreng. Agar kiranya oknum yang terkesan dapat merugikan perusahaan dapat di berhentikan.

Dengan adanya penghinaan, caci makian serta ancaman atas profesi wartawan, sekertaris DPW Persatuan Wartawan Republik Indonesia(PWRI DPW SUMUT) Joko Imawan, S.Pd, MM memberikan tanggapan terkait hal ini, “Wartawan itu dalam melakukan pekerjaan dilindungi undangan-undang no 40 tahun 1999 bab 3 pasal 8 yang berbunyi “Dalam melaksanakan profesinya wartawan mendapat perlindungan hukum” lebih jauh lagi wartawan juga memiliki hak yang tertuang di BAB 2 pasal 4 ayat 3 yang berbunyi Untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi”. Ujarnya

“Ya kalau teman2 wartawan menjalankan tugas, hendaknya oknum ataupun yang mewakili instansi terkait, hendaknya kooperatif, tidak perlu ada hinaan, cacian dan makian”. Sambung Joko Imawan yang juga sebagai ketua Pemuda Persis Sumatera Utara.

Laporan : Syahri Al Amin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER