SHARE NOW

Kontak Fisik Tak Bisa Di Hindarkan Jika APH Tidak Serius Terhadap Pelaku Pencurian.

ROKAN HILIR | TVNYABURUH — Masih berkaitan dengan persoalan pencurian Kerang Tambak milik warga masyarakat Nelayan, yang di duga kerap kali terjadi di seputaran Sungai rokan.

Setelah terjadinya penangkapan terhadap para pelaku yang terjadi di beberapa waktu lalu, sampai Saat Ini, sejumlah warga masyarakat, masih membahas persoalan itu antar sesamanya.

Dalam pembahasannya, warga masyarakat Tambak Kerang merasa kecewa, setelah mendengar para pelaku yang di berhasil Di tangkap warga, namun sudah di bebaskan oleh pihak pol air polres rohil tanpa pemberitahuan maupun kordinasi kepada warga masyarakat budidaya Kerang, yang telah bersusah payah dalam melakukan pengejaran serta penangkapan terhadap para pelaku waktu itu.

Sementara itu adapun alasan dari aparat penegak hukum dalam membebaskan para pelaku, karena sat pol air menilai bahwa perbuatan para pelaku hanya bersifat tipiring saja, namun, karena hal itu sudah meresahkan masyarakat, tetap kita proses secara hukum yang berlaku.

Demikian alasan dari pihak Pol air di beberapa waktu lalu.

Sementara itu, dalam hal ini, Arbi Yang merupakan salah satu dari sekian banyaknya pembudidaya Kerang Tambak menyebutkan” bahwa persoalan pencurian Kerang Tambak ini sudah sering terjadi yang di perkirakan lebih kurang 3 bulan terakhir ini” ucapnya.

Lanjut Arbi, anehnya, pelaku pencurian Kerang Tambak milik warga itu, kesanya kebal terhadap hukum. Hal itu berdasarkan, bebasnya aksi pencurian yang di lakukan secara terang terangan itu, terjadi selama 3 bulan terakhir ini.

Mirisnya, perbuatan para pelaku itu di duga tanpa adanya tindakan yang tegas dari aparat penegak hukum pol air polres rokan hilir guna menghentikan perbuatan para pelaku, sehingga ternilai tidak menimbulkan efek jera bagi para pelaku.

Alhasil, dengan minimnya ketegasan hukum terhadap para pelaku pencurian tersebut, di sinyalir dapat membuat kesabaran warga Kandas di hari hari terakhir ini, sehingga terjadinya kejar mengejar antara pelaku dengan para pembudidaya Tambak Kerang.

Sebelumnya, para pembudidaya tambak kerang menyebutkan,bahwa adanya batasan batasan, maupun lokasi budidaya Tambak Kerang yang berada di seputaran perairan Sungai rokan, namun Para pelaku tak menghiraukan keterangan tersebut, dan tetap menggarut di lokasi budidaya Kerang Tambak milik warga, sehingga terjadinya kejar mengejar, antar pelaku dan para pembudidaya waktu itu, kita kawatir, jika hukum tidak bisa menangkap pelaku, serta memberikan tindakan yang tegas, maka kontak fisik akan terjdi di perairan Sungai rokan”pungkasnya sabtu malam 12 november 2022

Di akhir perkataaannya, Arbi dan beberapa pembudidaya Kerang menyebutkan, bahwa pihaknya merasa kawatir, dan juga takut dengan di bebaskanya ke 4 pelaku pencurian itu, akan terjadi main hakim sendiri, karna mereka menilai, hukum tak begitu memberikan ketegasan, dan efek jera bagi pelaku.

Laporan : Handoko afriyadi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER