SHARE NOW

Kata Iqbal Cium Alibi PT SAI Ganti Uang Lembur dengan Cuti Kerja, Erma: Kerja 24 Jam Tanpa Dibayar!

GROBOGAN | Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia, Said Iqbal mencium adanya alibi PT SAI Apparel terkait tuntutan jam kerja karyawan.

Hal tersebut berimbas kepada upah karyawan. Menurutnya, PT SAI telah mempermainkan aturan jam kerja.

Seharusnya para karyawan PT SAI yang melewati jam kerja normal, terhitung sebagai lembur.

Tapi faktanya, menurut sejumlah karyawan selama delapan bulan mereka tak pernah mendapat hak tambahan tersebut.

Karyawati PT SAI, Erma Oktavia, menjadi sosok paling vokal yang mengecam tindakan perusahaan yang dikelola TKA asal India itu.

“Sudah berbulan-bulan. Kalau perusahaan kan sudah setahunan. Ini mungkin sekitar 8 bulanan gak dibayar,” imbuhnya.

Aksi demo Erma dan karyawan PT SAI lainnya saat menuntut hak upah lembur yang tak menembak selama 8 bulan-Foto/Tangkapan Layar/YouTube/Info Grobogan-

Ia menuntut hak atau uang lembur para karyawan PT SAI untuk dibayarkan.

Erma juga tak menyoroti jam kerja yang sangat menuntut di PT SAI Apparel.

Saat video viralnya beredar, Erma sempat mengatakan ia dan karyawan PT SAI lain dipekerjakan secara paksa, namun tidak dibayar.

Sementara itu, menurut Said Iqbal, dengan tidak dibayarkannya uang lembur para pekerja di PT SAI, maka atasan perusahaan tersebut dianggap sama saja telah menggelapkan gaji para pegawainya.

Katanya lembur bekerja merupakan sebuah kegiatan kerja karyawan di luar jam kerja yang sudah ditentukan.

Tabungan Jam Kerja Tidak Ada dalam Aturan

Tak hanya itu, Said Iqbal juga mengungkap bahwa tabungan jam kerja tidak ada dalam aturan.

Sehingga PT SAI tidak boleh mengalihkan hak atau membayar lembur karyawannya dengan menjual jam kerja yang diganti dengan cuti.

Padahal, fakta yang terungkap Erma , para karyawan PT SAI sulit mendapat cuti kerja.

Paling mencengangkan Erma mengungkap ia dan rekannya kerap bekerja lebihi aturan. Bekerja 24 jam tanpa dapat uang lembur .

Dalam sebuah video yang diunggah akun Info Grobogan, dikutip Rabu 8 Februari 2023, awalnya Erma menyeruakan aspirasi karyawan kepada atasannya.

Sayangnya, selama diskusi tersebut reaksi General Manager hingga Manager Lapangan PT SAI mengambil kata-kata Erma.Kepada atasannya itu Erma mengungkapkan rasa kasihan karena banyak karyawan yang mengeluhkan sistem bekerja di PT SAI.

“Izin bapak, sebelum ada video viral tersebut saya sudah banyak berkomunikasi, sudah berdiskusi dengan general manager, manager pabrik, manager lapangan, hingga HRD bahwa bapak mohon jangan begini, kasihan,” kata Erma saat berbicara di sebuah ruangan itu.
 
#tim
 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER