SHARE NOW

Hendra Cipta! Melayangkan Surat Terbuka Terkait Kekecewaan’nya Kepada Kepala Desa Sukaraya di Pancur Batu

Hendra Cipta! Melayangkan Surat Terbuka Terkait Kekecewaan’nya Kepada Kepala Desa Sukaraya di Pancur Batu

 

 

 

 

 

TVNYABURUH.COM | Saya sebagai Anak dari Patimah Br Tarigan sangat kecewa dengan tindakan dan kebijakan Kepala Desa Sukaraya Budi Santoso yang telah menerbitkan 6 surat SKT Patimah orang tua kandung saya. Rabu, 5/6/2024.

“Karena Saya bersama orang tua saya mengurus pembuatan SKT tidak geratis melainkan dimintai Uang 2.500.000rb di kali 6 SKT dan dana tersebut penyerahannya di Rumah Kepala Desa an. Budi Santoso di Dusun Amal Desa Sukaraya.
Kecewa tersebut adalah:

1. Kepala Desa Sukaraya menerima Salinan Putusan Pengadilan dari Kami sebagai TERGUGAT di Putuskan Menang baik itu tingkat PERTAMA( Pengadilan Negeri Lubuk Pakam ) dan TINGKAT KEDUA ( Pengadilan Tinggi Medan) dan Juga Pengadilan Agama Lb Pakam dalam Perkara Sengketa lahan milik orang tua kami, lalu Kepala Desa menerbitkan SKT sesuai hasil putusan pengadilan tersebut.

2.Berjalannya waktu lahan kami di rusak dan di hasilnya di jual oleh yang sebelumnya para penggugat dan ini kami laporkan kepada kepala Desa dan Kepala Desa Membuat Surat Pengantar Untuk di bawa ke kantor Polisi sebagai lampiran untuk membuat laporan polisi : STTPL/1068 /K/IV/YAN:2.5/2020 SPKT RESTABES MEDAN 29 April 2020.

3. Kepala Desa meminta kami agar berdamai dengan para penggugat (Sebelumnya) dan difasilitasi oleh Kades sendiri namun info dari kades tidak cocok atas tuntutan para penggugat.

4. Berulang kali ada utusan Kepala Desa mendatangi rumah orang tua saya yang sudah tua berumur 70 tahun lebih agar kami meminta damai dengan para penggugat
5.Secara Sepihak Kepala Desa membatalkan SKT yang telah di terbitkan oleh dia sendiri dengan alasan ada kekeliruan dan kesalahan. Dimana menurut kami Kepala Desa mengabaikan Putusan Pengadilan dan atau dengan kata lain Hakim yang memutuskan keliru.

Merendahkan Putusan pengadilan dan juga kepala desa mengirimkan surat kepada Kapolrestabes Medan untuk melakukan SP3 atas laporan kami di no : STTPL/1068 /K/IV/YAN:2.5/2020 SPKT RESTABES MEDAN 29 April 2020.

Untuk itu saya mewakili Orang tua saya sebagai Pelapor memohon kepada Pihak Aparat Kepolisian dalam hal ini Kapolrestabes Medan agar menindak lanjuti Laporan kepolisian no:

STTPL/1068 /K/IV/YAN:2.5/2020 SPKT RESTABES MEDAN 29 April 2020, yang saat ini masih ditingkat SP2HP ( penyidik telah menyerahkan berkas ke JPU ) meminta untuk di usut tuntas berdasarkan ketentuan Undang2 di Negara RI.

“Dan saya juga memohon kepada Kejaksaan Negeri Lubuk Pakam dan Kejati Sumut serta Inspektorat Deli Serdang untuk memeriksa Kepala Desa Sukaraya terkait adanya Dugaan Pungli yang di lakukan kepada kami terkait pengurusan 6 SKT milik Patimah Br Tarigan Orang Tua Saya.”

“Atas tindakan Kepala Desa melakukan kebijakannya tersebut kami sangat di rugikan secara materil dan Non Materil mau itu pihak tergugat maupun pihak lain yang saat ini merasa di rugikan karena tindakannya itu terkait dugaan penerbitan SKT dan juga pencabutan SKT, kami merasa ini ada Mafia tanah yang sedang mempermainkan kami.”

“Untuk itu kami meminta dengan tegas kepada seluruh pihak terkait untuk segera memproses Kepala Desa Sukaraya Budi Santoso secara hukum dan undang undang yang berlaku di Negara Republik Indonesia tercinta ini.”

“Kami yakin ini akan menjadikan Evaluasi dan perbaikan desa tercinta kami dan tentunya teguran bagi oknum yang menjalankan tugas tidak sesuai SOP agar menjadikan lebih baik lagi kedepannya.”

Editor: Ahmad Jais

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER