SHARE NOW

Gajinya Gali Lobang Tutup Lobang, Buruh Sumut Pinta Gubsu Naikan Upah 7-10 % Tahun 2022

MEDAN| Tvnyaburuh.com – Upah buruh di Perovinsi Sunatera Utara mengalami penurunan sejak sepuluh tahun terakhir, baik untuk Upah Minimum Provinsi (UMP) dan Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK).

Demikian disampaikan Willy Agus Utomo Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia Provinsi Sumatera Utara (DPW FSPMI Sumut).

“Kita contohkan UMK Medan dulu sepuluh tahun perbandingannya denga UMP DKI Jakarta yakni tahun 2010 upahnya hampir sama yaitu 1,1 juta rupiah,” ungkap Willy kepada wartawan di Medan, Selasa (2/11/2021).

Kini kata Willy, tahun 2021 Rp 3.329.867 sedang UMP DKI yaitu 4.416.186, selisih 1,1 juta lebih, itu sudah dibandingkan sama pusat ibukota negara.

“Dulu Medan Jakarta upahnya relatif sama, saat ini jauh sekali tergerus, pastinya kalau dengan kota lain di Indonesia dulu sepuluh tahun yang lalu kita masih lumayan upahnya,” ucapnya.

Tapi seiring waktu, lanjut Ketua Partai Buruh ini, tiap tahun upah buruh Sumut mengalami kenaikan yang minim, itu karena pemerintah provinsi dan kabupaten/kota se Sumut, setelah tahun 2010 tidak pernah mememntingkan nasib buruh Sumatera Utara,

“Selain itu, alasan kami meminta naik upah tahun ini untuk UMP dan UMK se Kab Kota 7-10% adalah bahwa tahun semalam Gubsu tidak menaikan UMP dan UMK untuk tahun 2021 dan 32 Kab Kota, padahal daerah lain juga banyak yang menaikan upah walau alasan Pandemi Copid,” tuntut nya.

Lebih lanjut Willy mengatakan, pasca Pandemi Copid 19, justru buruh banyak mengalami bencana perumahan massal dan PHK massal. Jika Gubsu tidak menaikan UMP dan UMK 7-10% kaum buruh kata dia tetap akan terusmenggelar aksi unjuk rasa besar besaran.

“Jka diperlukan kami nanti juga akan menggugatat secara hukum jika dalam penerapannya ada kesalahan atau terkesan asal asalan, saja,” tegas Willy.

Willy berharap, agar gubernur Eddy Rahmayadi punya hatinya sedikit saja tahun ini untuk kaum buruh Sumut agar menaikan Upah buruh secara signipikan.

“Pak Edy, hari ini buruhmu susah pak, gajinya hanya cukup untuk makannya sendiri, belum untuk anak atau istri, jadi mereka banyak kerja ganda usai pulang bekerja, istilah gali lobang tutup lobang, baru gajian habis bayar hutang kemudian hutang lagi, miris kan?,” Pungkasnya.

#Tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER