SHARE NOW

Dipersidangan Pengacara PTPN II Bantah Adanya Pembangunan Citraland Helvetia, Hipakad63 Sumut: Spanduk Besar Dibangun Citraland

DELI SERDANG | TVNYABURUH —
Sidang Perkara Perdata No.01/Pdt.G/2022/PN LBP digelar kembali di Pengadilan Negeri Lubuk Pakam pada hari Selasa 28 Juni 2022 dalam acara mendengar Keterangan saksi dari Pihak Penggugat.

Sidang berlangsung dimulai pukul 14.56 WIB, saksi bernama Sarifuddin beralamat di Jl.Melati Dusun I Desa Helvetia Kecamatan Labuhan Deli Kabupaten Deli Serdang Provinsi Sumatera Utara saat ditanya oleh Pengacara dari Pihak Tergugat PTPN II tentang apa yang diketahui Saksi atas permasalahan Tanah yang Disengketakan di Helvetia tersebut,

Maka dengan gamblang Saksi menjelaskan bahwa sepengetahuannya yang dilihat dan didengarnya bahwa Tanah tersebut merupakan kepunyaan dari H.Murat Azis yang diketahuinya sekitar tahun 2014 dan Kepala Desa Helvetia Zakaria pernah memperlihatkan surat Silang sengketa yang diterbitkan oleh Kepala Desa Helvetia Kecamatan Labuhan Deli dan juga pernah memperlihatkan adanya Surat Pelepasan Hak dari Sultan Deli yang ditujukan kepada H.Murat Azis kepadanya berhubung saat itu Saksi sebagai Tim Sukses Zakaria sebagai Kepala Desa, dan saksi menjelaskan bahwa sekitar tahun 1997 pernah bertemu dengan H.Murat Azis.

Ketika Pengacara PTPN.II menanyakan apakah saksi tahu di atas tanah tersebut ada HGUnya, dengan tegas saksi mengatakan bahwa sepengetahuannya bahwa sejak tahun 1997 di Lahan yang disengketakan di Helvetia Labuhan Deli bahwa aktifitas kegiatan dikenal dengan Gudang Asap Tembakau peninggalan Deli Maskapai tersebut sudah tidak berfungsi lagi, dan Kantor Kebun Helvetia telah pindah ke Klambir Lima.

Saat ditanya kembali apakah Saksi tahu ada perpanjangan HGU PTPN II di Helvetia, saksi kembali mengatakan Tidak tahu, dan saksi menjelaskan bahwa PTPN II tidak punya tanah, PTPN II hanya punya HGU, dan HGU bukan bukan Hak Milik, Tanah Helvetia adalah Tanah Konsesi.

Ketika Hakim Ketua mempertanyakan apakah saksi kenal dengan H.Murat Azis? Saksi mengatakan Tidak kenal apakah saksi kenal dengan Silviani ahli waris H.Murat Azis sekali lagi saksi mengatakan Tidak kenal,

Ketika ditanyakan apa yang saksi ketahui tentang Tanah sengketa ini saksi menjelaskan bahwa diatas tanah tersebut ada bangunan rumah Mantan Karyawan sebanyak 14 rumah,

Terlihat spanduk di pagar seng menunjukan pembangunan citraland.foto

Ada gudang asap peninggalan zaman Belanda dan ada rumah adat Melayu Deli dan setahun ini semua bangunan tersebut sudah tidak ada lagi, dan saat ini diketahuinya telah dipasang Baleho Citraland Helvetia di Jalan Pertempuran Helvetia Labuhan Deli.
Namun Pengacara PTPN.II membantah bahwa di Tanah tersebut Tidak ada Citraland Helvetia.

Edi Sipayung,SH Pengacara dari LBH Gajah Mada saat menanyakan apakah saksi mengetahui ada surat silang sengketa dari Kepala Desa Helvetia Lahuhan Deli, saksi mengatakan bahwa ia mengetahuinya saat saksi pernah diperlihatkan oleh Kepala Desa Helvetia Labuhan Deli saat saksi pernah menjadi Tim Sukses Kepala Desa Zakaria pada tahun 2014.

Ketika ditanya bangunan apa yang diketahui saksi ada diatas tanah tersebut saat ini, maka saksi mengatakan yang dilihatnya saat ini ada bangunan Citraland Helvetia karena saat ini telah dipasang Baleho promosi pembangunan Perumahan Citraland Helvetia bukan bangunan PTPN ll.

Ketika saksi menjelaskan bahwa PTPN II Tidak punya Tanah, dan secara mendetail mengatakan bahwa PTPN II hanya HGU sebagai Penyewa yang dikelola oleh BUMN dan Tanah tersebut ada pemiliknya, dan apabila telah habis HGUnya seharusnya tanah tersebut kembali kepada pemiliknya, saat ingin menjelaskan lebih lanjut Pengacara PTPN II membantah bahwa hal tersebut bukan Kapasitas Saksi.

Ketika Pengacara PTPN II mengatakan apakah saksi tahu ada HGU No.111, Saksi mengatakan bahwa Plang HGU No.111 ada dilihatnya tapi setahu saksi letak lokasi HGU No.111 terletak dari Pasar 4 Helvetia sampai Pasar 11 Desa Manunggal, tapi Saksi Tidak pernah melihat Sertipikat HGU PTPN II setahu saksi bahwa sejak tahun 1997 PTPN II sudah angkat kaki alias telah pindah ke Klambir Lima dan sejak tahun 1997 sudah tidak ada aktifitas lagi di Lokasi tanah sengketa.

Dikarenakan setahu saksi bahwa areal Helvetia mau dijadikan wilayah Medan Utara namun tidak jadi terlaksana.

Ketika Hakim Ketua menanyakan apakah ada lagi keterangan tambahan dari saksi, maka saksi mengatakan sudah tidak ada lagi, maka Hakim Ketua mengetok palu sidang ditutup dan akan dilanjutkan pada hari Selasa tanggal 6 Juli 2022 dalam agenda Mendengar Keterangan saksi dari Penggugat dan Tergugat.

Didalam ruang persidangan terlihat Edi Soesanto Ketua HIPAKAD 63 Sumatera Utara bersama anggotanya turut mendengar jalannya persidangan Perkara Perdata No.01/Pdt.G/2022/PN.Lbp, usai persidangan.

Ketika diwawancarai awak media Ketua DPD HIPAKAD63 Sumatera Utara mengatakan “bahwa sidang hari ini cukup alot dan saksi penggugat benar benar mengetahui status tanah yang diperkarakan dan mengatakan sangat bertanya tanya mengapa Pengacara PTPN II tidak mengakui adanya kegiatan Citraland Helvetia di areal Tanah yang di Sengketakan, sementara spanduk besar terpampang besar di pagar seng tersebut, akan dibangun perumahan Citraland, setidaknya bapak pengacara dari PTPN II yang saya hormati main-mainlah ke lokasi tanah yang bersangkutan, lihat itu spanduk besar Citaraland” ujar Eddy Soesanto.Amd

Sumber: Hipakad63 sumut
Editor: A.jais

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

NEWSTICKER