SHARE NOW

Diduga Ruang Sekolah SMPN2 Dirusak oleh OTK di Desa Tapus.

LINGGA BAYU | TVNYABURUH —
Terjadinya pengrusakan di ruang belajar siswa siswi Sekolah Negeri 2, bangku, meja, papan tulis porak poranda di rusak OTK(Orang Tak di Kenal) di SMPN2 desa tapus, kelurahan Tapus, Kec. Lingga Bayu Madina di jalan Lintas Natal yang terletak di pinggir jalan, minggu,3 juli 2022.

Beginilah suasana Sekolah Negeri 2 desa tapus yang rusak parah akibat OTK merusak bagian dalam isi ruang sekolah tersebut. Kerugian yang di alami pihak sekolah atas pengerusakan tersebut berupa fasilitas meja belajar, bangku(kursi.red) dan papan tulis, dimana tempat siswa siswi SMPN2 belajar rusak porak poranda, terjadinya pengrusakan diduga dilakukan tengah malam oleh OTK.

Menurut sumber yang diperoleh dari salah satu warga Inisial RS, banyak pemuda pemuda yang datang masuk ke ruangan sekolah SMPN2, “pastiny bukan orang sini, orang luar tapi nggak jelas ntah orang mana bang, rusaknya sekolah nggak tau, ujarnya

Rusaknya alat belajar siswa siswi sekolah SMPN2 diduga dilakukan oleh pemuda pemuda yang sering masuk di malam hari dengan mengendarai sepeda motor pada pukul. 23.00 wib.

Terkait pengerusakan ruang sekolah, awak media menyambangi kantor lurah untuk mendapatkan informasi, namun lurah tersebut tidak berada ditempat, tak sampai disini awak media pun langsung menuju ke tempat kediaman lurah di simpang gambir, Rahmad, menurut keterangan beliau mengatakan, belum melihat tempat kejadian tersebut, beliau juga membenarkan “memang ada terjadi perusakan di sekolah SMPN2 di desa tapus”.

Kepala sekolah SMPN2 desa tapus, Hanum, mengakui adanya pengrusakan di sekolah tempat beliau bertugas, dan kepala sekolah tidak mengetahui siapa yang merusak sekolah nya tersebut, akibat kejadian ini, sebagai kepala sekolah akan melaporkan ke pihak yang berwajib untuk ditindak lanjuti kedepannya.

“Kejadian ini nggak tau kami apa masalahnya, begitu saya cek kesekolah udah hancur berantakan dibuat orang, jendela, bangku, meja, papan tulis, dinding triplek rusak, bahkan karpet kepunyaan guru kita pun hilang saat kami adakan perpisahan murid tahun ajaran 2021-2022, dan kebetulan murid murid kami lagi libur ujian sekolah dan tahun ini menerima ajaran murid baru 2022-2023”. Ungkap Hanum.

Laporan: Miftahudin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

NEWSTICKER