SHARE NOW

Cabai Caplak Mencapai Seharga Daging Sapi, Pedagang Ayam Penyet di Tanjung Morawa Menangis.

TANJUNG MORAWA | TVNYABURUH —
Mendekati hari Raya Idul Adha 1443H harga kebutuhan bahan pokok melonjak naik, salah satu sayur mayur seperti cabai caplak dan cabai merah hampir mencapai harga daging Sapi, Hal ini di keluhan beberapa pedagang ayam penyet dan pedagang Rumahan.

Inilah deretan harga sayur mayur di pasar tradisional Tanjung Morawa jalan perintis kemerdekaan desa tanjung morawaB kab.deli serdang, Sumatera Utara.

Cabai Merah biasa Rp100.000-, sedangkan harga cabai merah yang super Rp110.000,- Per-kilogram, Cabai Kecil Rp65.000,- Per-kilogram, Cabai Caplak Rp125.000,- Per-kilogram dari biasanya Rp90.000,- hingga Rp100.000,- Per-kilogram nya.

Bawang Merah Rp46.000,- Per-kilogram, Bawang Putih Rp15.000,- Per-kilogram, Tomat Rp10.000,- Per-kilogram
Ayam Hidup Rp24.000,- Per-kilogram
Ayam Potong Rp28.000,- Per-kilogram, sedangkan harga Daging Sapi Rp140.000,- Per-kilogram nya, senin, 27 juni 2022, pukul.10.50wib.

Salah satu pedagang ayam penyet warung Skb mbak ita.foto

Salah satu pedagang ayam penyet Warung SKB gang Stal desa limau manis dusun lll B tanjung morawa, terpaksa mengurangi menu cabai nya, sebab Mbak Ita menyampaikan kepada awak media, bahwa harga cabai caplak lebih gurih dalam sajian menu ayam penyet nya ketimbang cabai merah.

“Kalau menu ayam penyet itu sama semua pada umumunya, ayam goreng, timun, selada, tempe, tahu, ada yg pakai urap, kita disini, di ayam penyet Warung SKB ini menu nya, ayam goreng, timun, tempe dan nasi, sambal nya pakai cabai caplak, yang membuat gurih itu pakai cabai caplak ketimbang cabai biasa, kami pun ada cabai merah nya, tapi kami sering menggunakan cabai caplak, dan lebih dominan yang sering diminta sama pelanggan, perporsi nya cuma 12ribu Rupiah pakai Es manis cup”.ujarnya

“Saya berharap pada pemerintah kabupaten agar bisa menstabilkan harga cabai yang naiknya ngeri kali Ach.., mau menangis, sesak nafas kalau sudah mendengar harga cabai caplak mencapai 125ribu, dan yang jeleknya 110ribu dari biasa harga 90ribu hingga 100ribu rupiah, udah harganya mahal ditambah lagi barangnya payah, kalau ada barangnya enggak apa-apa dengan harganya yang mahal, ini tak ada pula cabai nya”. Sambung mbak Ita keluhkan ke awak media.

Pemerintah Kabupaten harus sigap mencari solusi penyebab naik nya hargai cabai di pasar tradisional Tanjung Morawa, imbas nya pedagang makanan yang menggunakan segala jenis cabai untuk tambahan menu dari segala jenis makanan yang menggunakan cabai tersebut.

Laporan: Eka.s
Editor: A jais s

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

NEWSTICKER