SHARE NOW

BUMDesa Tunas Mekar, Resmikan Pertashop dan Launching Warkop.

RANTAUPRAPAT | TVNYABURUH — Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) Tunas Mekar Desa Afdeling II, Kecamatan Bilah Barat Kabupaten Labuhanbatu Provinsi Sumatera Utara, hari ini Rabu 17 Agustus 2022, meresmikan dua unit usahanya, Pertashop dan Warung Kopi (Warkop) Tunas Mekar.

Lokasi usaha BUMDesa Tunas Mekar ini sangat strategis, berada di Jalan Lintas Timur Sumatera, Desa Kampung Baru, berjarak lebih kurang 7, Km sebelum memasuki kota Rantauprapat, bila kita dari arah Medan, dan satu- satunya BUMDesa yang mengelola Pertashop di Pulau Sumatera.

Peresmian Pertashop dan launching Warkop yang bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) sengaja dilaksanakan agar mudah untuk mengingatnya” Kata Anto Bangun Direktur BUMDesa Tunas Mekar, kepada TVnyaburuh.Com, saat dikonfirmasi dilokasi.

“UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa telah memberikan legal standing dan landasan strategis kepada Pemerintah Desa, untuk pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa, menuju desa yang mandiri dan sejahtera. UU Desa memberikan pengakuan dan penyerahan kekuasaan berskala desa. Dengan pengakuan dan penyerahan kekuasaan tersebut, desa memiliki kewenangan di bidang penyelenggaraan pemerintahan desa, pelaksanaan pembangunan desa, pembinaan kemasyarakatan desa, dan pemberdayaan masyarakat desa.

Dan Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) ialah sebuah usaha yang dikelola oleh Pemerintah Desa, dan berbadan hukum, yang memiliki tujuan seperti tersebut dalam Permendesa PDT dan Transmigrasi No. 4/2015 adalah untuk meningkatkan perekonomian desa, meningkatkan usaha masyarakat dalam pengelolaan potensi ekonomi desa” Kata Anto Bangun.

Lanjutnya” Pembangunan dua unit usaha BUMDesa, Pertashop dan Warkop ini tujuannya agar Desa Afdeling II bisa cepat mandiri lepas dari beban biaya pemerintah, dimana nantinya seluruh biaya operasional pemerintah desa dibiayai sepenuhnya dari hasil usaha yang dikelola oleh BUMDesa.

Target awal keuntungan bersih yang kami rencanakan dari usaha Pertashop dengan penjualan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax dan Warkop perbulan sebesar Rp 30 Juta.

Dari keuntungan perbulan ini kemudian dipergunakan untuk membayar gaji dan tunjangan Kepala Desa berikut perangkatnya, agar gaji dan tunjangan Kepala Desa berikut perangkatnya tidak lagi menjadi beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Labuhanbatu, serta tidak tersendat- sendat pembayarannya seperti sekarang ini, dan kami sangat optimis hal ini dapat dicapai dengan melihat penjualan BBM Pertamax dari hari kehari semakin meningkat, dan sudah mencapai angka rata-rata 700 Ltr perhari.

Tetapi dengan naiknya harga Pertamax, dan bebasnya Pertalite dijual secara eceran, target sasaran tersebut pupus sudah, karena pejualan BBM Pertamax terjun bebas dari rata- rata 700 Ltr perhari menjadi rata- rata 150 Liter perhari.

Tidak tercapainya target sasaran ini bukan semata kesalahan kami sebagai pengurus BUMDesa, tetapi lebih disebabkan kepada ketidak konsistennya pemerintah dan PT Pertamina didalam melahirkan kebijakan serta melakukan pengawasan atas kebijakannya,”

Namun kami tetap optimis mampu mewujudkan rencana yang telah kami susun, agar program desa mandiri yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo, bisa terrealisasikan” Ujar Bangun.

Anto Bangun yang juga sebagai Sekretaris Partai Buruh Labuhanbatu, lebih jauh memaparkan” Selain dua unit usaha ini, kami juga sudah mempersiapkan satu unit usaha lagi berbentuk perusahaan bernama PT Tunas Mekar Perkasa, dan sedikit lagi selesai akta pendiriannya, perusahaan ini nantinya kami jadikan sebagai sarana untuk mendapatkan pekerjaan di Pemkab Labuhanbatu, serta perusahaan- perusahaan swasta dan BUMN, yang ada di Kabupaten Labuhanbatu ataupun di provinsi Sumatera Utara, sehingga tujuan Desa Mandiri lepas dari beban pemerintah dapat segera terwujudkan.

Kami sangat berharap kepada Pemerintah Pusat hingga daerah serta management perusahaan BUMN dan swasta untuk bisa membantu memberikan kemudahan menerima perusahaan kami sebagai mitra kerjanya, sebab tanpa ada dukungan dan bantuan tersebut, untuk mewujudkan Program Presiden Joko Widodo menjadikan Desa Mandiri lepas dari beban pemerintah adalah omong kosong” Beber Anto Bangun, yang biasa disebut Bung Nangin ini.

Ditempat yang sama Amanuddin Perangin angin Selaku Kepala Desa, saat dikonfirmasi menjelaskan” Usaha BUMDesa ini terbangun semuanya berkat keseriusan dan kegigihan para pengurus, dan kami sangat mengapresiasinya, komitmen mereka untuk mewujudkan Desa Afdeling II menjadi Desa Mandiri lepas dari beban Pemerintah Daerah cukup tinggi, hal ini juga diperlihatkan oleh Direkturnya yang rela tidak mengambil gajinya, yang sudah berlangsung dari bulan April 2022 hingga sekarang.

Untuk mewujudkan Desa mandiri sebagaimana yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo, tentulah tidak mudah, harus ada dukungan dari pemerintah maupun stakeholder lainnya” Ujar Kepala Desa ini.

Sementara Donal Sipahutar dalam kapasitasnya sebagai Pengawas BUMDesa Tunas Mekar, menyampaikan pendapatnya” Sampai dengan hari ini operasional BUMDesa masih berjalan dengan baik, dan dari hasil pengawasan yang kami lakukan terhadap neraca keuangan tidak ada kami temui penyimpangan penggunaan keuangan BUMDesa, dan pada tanggal 06 Juli 2022 sudah dilakukan audit oleh Inspektorat dari Pemkab Labuhanbatu

Terkait dengan penurunan omset penjualan BBM Pertamax, kami tidak bisa menyalahkan pengurus sebab semuanya karena kebijakan dari pemerintah pusat dan PT Pertamina yang menaikkan harga Pertamax dari Rp 9.200 menjadi Rp 12.750, dan membebaskan penjualan eceran BBM Jenis Pertalite.” Jelas Donal Sipahutar.

Pantauan awak media dilapangan acara peresmian dan launching warkop, yang sangat sederhana berjalan lancar dan sukses.

Laporan: AB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

NEWSTICKER