SHARE NOW

Benarkah saat Kena Tilang dan Tidak Membawa SIM dan STNK bisa Menunjukkan Foto dan Lewat Video Call, Viral di Medsos? Ini Penjelasan Ditlantas

Benarkah saat Kena Tilang dan Tidak Membawa SIM dan STNK bisa Menunjukkan Foto dan Lewat Video Call, Viral di Medsos? Ini Penjelasan Ditlantas.

 

 

TVNYABURUH.COM | (Jumat, 1/3/2024). Video yang bernarasi bahwa pengguna kendaraan bisa menunjukkan foto Surat Izin Mengemudi (SIM) dan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) saat ditilang polisi, ramai di media sosial.

Unggahan tersebut dimuat di akun Instagram @manaberita pada Rabu (21/2/2024).

“Ditilang Polisi Karena Tidak Membawa STNK dan SIM? Kalian Tidak Perlu Khawatir. Cukup Memperlihatkan Foto STNK dan SIM Kalian atau Video Call Orang Dirumah Untuk Diperlihatkan ke Polisi Sebagai Bukti,” tulis narasi dalam video.
“Dokumen Elektronk Adalah Alat Bukti Yang Sah,” tambahnya.

Hingga Sabtu (24/2/2024) sore beberapa hari yang lalu, unggahan tersebut sudah dilihat sebanyak 5,1 juta kali dan disukai lebih dari 120.000 pengguna Instagram.

Lantas, benarkah saat kena tilang dan tidak membawa SIM dan STNK bisa menunjukkan fotonya saja?

PENJELASAN DITLANTAS

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda DIY Kombes Pol Alfian Nurrizal mengatakan, pengguna kendaraan bermotor wajib membawa kelengkapan SIM dan STNK.

Selain itu, kedua dokumen tersebut wajib diperlihatkan secara langsung berupa fisiknya saat ada pemeriksaan atau operasi lalu lintas oleh petugas kepolisian.

“Untuk saat ini bukti bahwa seseorang memiliki SIM atau STNK adalah dengan bukti fisik SIM dan STNK,” ujarnya saat dihubungi Jurnalis, (Jumat, 1/3/2024)

Ia melanjutkan, untuk hal ini, karena saat ini belum ada aturan, sistem, dan aplikasi yang dapat membaca dokumen yang berupa foto atau barcode keabsahan dokumen SIM dan STNK.

Sehingga, Alfian menegaskan bahwa pengguna kendaraan bermotor yang tidak membawa kelengkapan dokumen berupa SIM dan STNK akan tetap dikenakan tilang meskipun sudah menunjukkan foto kedua dokumen tersebut.

“Betul, bila tidak membawa SIM dan STNK akan tetap dikenakan tilang,” imbuhnya.

Sebab, cara tersebut juga bisa untuk mencegah adanya pemalsuan identitas SIM dan STNK pada kendaraan terkait.
Oleh karena itu, sebaiknya SIM dan STNK selalu dibawa saat mengendarai kendaraan di jalan.

Sanksi pengendara yang tidak membawa SIM dan STNK

Senada, Kepala Subdirekorat Pembinaan dan Penegakan Hukum (Kasubdit Gakkum) Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya AKBP Jamal Alam juga mengatakan bahwa pengguna kendaraan harus menunjukkan SIM dan STNK secara langsung saat diminta oleh polisi.

Pasalnya, SIM dilengkapi dengan chip atau media penyimpanan data. Jadi apabila petugas ragu atas identitas pengemudi, langsung bisa dilakukan pengecekan menggunakan alat khusus.

“SIM belum bisa digantikan oleh dokumen lain dan belum boleh untuk difoto dan dimasukkan ke galeri. Kami petugas akan memeriksa secara langsung SIM yang sah dan fisik kartu SIM itu sendiri,” kata Jamal, dikutip dari Kompas.com (7/7/2022).  Adapun mengenai wajib membawa SIM saat berkendara sudah diatur dalam Pasal 106 ayat (5) pada Undang-Undang (UU) Nomor 22 tahun 2009 tentang LLAJ, yang berbunyi;

“Setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan yang tidak dapat menunjukkan Surat Izin Mengemudi yang sah sebagaimana dimaksud dalam pasal 106 ayat (5) huruf b dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan dan/atau denda paling banyak Rp 250.000 (dua ratus lima puluh ribu rupiah)”.

Sementara itu, pada Pasal 288 ayat (1) disebutkan, setiap pengendara bermotor yang tidak melengkapi diri dengan STNK atau Surat Tanda Coba Kendaraan Bermotor (STCKB) wajib mengganti denda maksimal Rp 500.000 atau kurungan paling lama 2 bulan. Jadi, pengendara yang hanya bisa menunjukkan file foto SIM dan STNK saat berkendara dianggap tetap melanggar hukum, sehingga petugas bisa memberikan surat tilang sesuai hukum yang berlaku.

 

#Redaksi/Js

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER