SHARE NOW

Tsunami PHK Berlanjut, Produsen Sepeda Ini PHK 784 Karyawan

JAKARTA | TVNYABURUH — CEO Peloton Barry McCarthy kembali berencana untuk melakukan PHK karyawan. Kabar ini diketahui dari memo yang dikirim kepada staf. Memo tersebut memperingatkan bahwa perusahaan berencana untuk merumahkan 784 pekerjaan tambahan dalam putaran ketiga PHK.

Ini bukan menjadi PHK pertama yang dilakukan Peloton. Pada Februari lalu, mereka memberhentikan 2.800 karyawan.

Pada gelombang PHK kali ini, Peloton juga akan menaikkan harga Bike Plus dan Tread, sambil menutup showroom ritel mulai tahun 2023.

Juru bicara Peloton Ben Boyd mengkonfirmasi hal tersebut dan mengatakan bahwa keputusan yang diambil untuk lebih memajukan strategi transformasi dan memposisikan perusahaan dengan lebih baik untuk kesuksesan jangka panjang sebagai perusahaan Connected Fitness global terbesar.

“Langkah yang kami lakukan antara lain, penerapan harga yang lebih strategis; penghapusan jaringan distribusi mil terakhir Amerika Utara dan perluasan kemitraan logistik pihak ketiga (3PL), pengurangan tim Dukungan Anggota Amerika Utara kami, dan sinyal niat kami untuk secara signifikan mengurangi jejak ritel Amerika Utara kami,” ujar Boyd dikutip dari The Verge, Senin (15/8/2022).

“Sayangnya, pergantian tenaga kerja ini mengakibatkan 784 karyawan keluar dari perusahaan. Setiap keputusan yang kami buat yang berdampak pada anggota tim tidak dianggap enteng, tetapi langkah ini memungkinkan Peloton menjadi lebih efisien, hemat biaya, dan gesit saat kami terus mendefinisikan dan memimpin kategori Connected Fitness global.” imbuhnya.

Pengurangan staf dan rencana untuk menutup showroom ritel merupakan perpanjangan dari rencana restrukturisasi ketat Peloton setelah tahun yang penuh bencana.

Bulan lalu, Peloton memangkas hampir 600 pekerjaan di Taiwan sebagai bagian dari langkah untuk mengurangi manufaktur internal. Pada bulan Februari, ia juga mengumumkan bahwa mereka akan mengakhiri rencana untuk membangun pabrik senilai US$400 juta di Ohio.

Sementara itu, McCarthy mencatat bahwa meskipun perusahaan memotong pekerjaan pada pengiriman dan tim dukungan pelanggannya. Perusahaan juga secara aktif mencari untuk mengisi peran di tim rekayasa perangkat lunaknya. McCarthy menyebutkan rencana untuk memperluas kehadiran e-commerce Peloton sebagai alasan mengapa perusahaan akan mengurangi ritelnya mulai tahun depan.

Selain karyawan, para konsumen juga akan kena dampak langsung, berupa kenaikan harga yang sedang direncanakan. Untuk mengatasi kelebihan persediaan, Peloton menurunkan harga Sepeda, Bike Plus, dan Tapak pada bulan April menjadi masing-masing US$1.445, US$1.995, dan US$2.695.

Sekarang, Bike Plus akan kembali ke harga aslinya yakni US$2.495, sedangkan harga Tread akan naik US$800 menjadi US$3.495. Itu lebih tinggi dari harga peluncuran awal Tread seharga US$2.495

#tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWSTICKER