SHARE NOW

Tunda Pemilu Dalam Perspektif Ekonomi Politik dan Legal Konstitusional.

JAKARTA | TVNYABURUH.COM –  Aspirasi Segelintir Elit Wacana penundaan pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden yang kini menuai polemik, sesungguhnya hanya aspirasi segelintir elit politik. Pertama yang melontarkan ide tersebut adalah Bahlil Lahadia (menteri investasi dan kepala BKPM),kemudian menyusul Luhut Binsar Panjaitan (Menko maritim),Muhaimin Iskandar (Ketum PKB),Airlangga Hartanto (Ketum Golkar) dan Zulkifli Hasan (Ketum PAN). Argumen yang diutarakan diantaranya : butuh waktu lama untuk pemulihan ekonomi akibat covid,kesinambungan proyek-proyek pembangunan pemerintah,rakyat puas kinerja Jokowi. Dua elit (LBP dan Cak Imin) mengklaim tunda pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden adalah aspirasi mayoritas rakyat Indonesia. Klaim ini berdasarkan klaim big data dari mereka berdua. Yang kemudian terbantahkan oleh banyak pakar IT medsos dan pakar politik mengenai validitas klaim big data LBP dan Cak Imim tersebut.

DUA PERSPEKTIF
Wacana tunda pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden dapat dianalisis dari dua perspektif : “Ekonomi Politik dan Legal Konstitusional”.
A.Perspektif Ekonomi Politik
Dalam perspektif ekonomi-politik wacana tunda pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden dapat ditinjau pada dua aspek.

A.1 Aspek Kepentingan ekonomi-Politik.
Tunda pemilu lebih mewakili kepentingan segelintir elit politik dan bisnis, Diyakini ini kepentingan elit parpol yang tidak yakin menang jika mereka ikut kontestasi politik 2024 (Pilpres dan Pileg) karena elektabilitasnya yang selalu rendah di berbagai survei. Sehingga membutuhkan waktu lebih lama untuk mendongkrak elektabilitas para elit parpol tersebut. Selain itu juga disinyalir berkenaan dengan proyek-proyek besar pemerintah (seperti IKN) yang ditunggangi elit politik dan elit bisnis,dikhawatirkan tidak berlanjut jika berganti rezim pemerintahan pada 2024.
Pemilu yang reguler dan siklus pergantian pejabat pemerintah yang periodik merupakan kepentingan ekonomi politik mayoritas rakyat. Aspirasi rakyat memilih pemimpin dan wakil rakyat lebih terakomodir lewat pemilu yang tepat waktu. Secara

WW2

struktural dan jangka panjang,juga melancarkan regenerasi kepemimpinan nasional di berbagai tingkatan.
Selain itu dengan bergulirnya pemilu serentak,maka akan tercipta perputaran uang dan aktivitas bisnis terkait pemilu yang sangat besar. Tumbuhnya permintaan atribut-atribut kampanye (baliho,spanduk,bendera,kaos,dan lain-lain) dan sektor- sektor bisnis terkait lainnya,mampu menghidupkan ekonomi riil masyarakat. Hal ini menjadi pendorong pemulihan ekonomi akibat dua tahun terimbas pandemi covid.

A.2 Aspek Konfigurasi Kekuatan Politik
* Konfigurasi politik arus bawah hampir dapat dipastikan mayoritas rakyat menolak usul tunda pemilu dan perpanjanganmasa jabatan presiden. Hal tersebut tercermin dari survei –survei yang dilakukan lembaga-lembaga yang kredibel. Diantaranya LSI,LSN,IPO,Indikator Politik termasuk big data medsos. Rata-rata hasil survei lembaga-lembaga itu menyatakan 70-80 persen rakyat tolak usul tunda pemilu dan perpanjangan masa jabatan presiden. Bahka jika menggunakan analisis Big data Continuum Data indonesia ,lebih ekstrem lagi..netizen yang tidak setuju penundaan pemilu sebanyak 92 %.

*Konfigurasi politik elit yang pro vs kontra tunda pemilu. Partai pendukung tunda pemilu yaitu Golkar (85 kursi), PKB (58 kursi), PAN (44 kursi). Total kekuatan di parlemen pendukung tunda pemilu 187 kursi. Sedangkan partai yang tolak tunda pemilu yaitu PDIP (128 kursi), Gerindra (78 kursi), Nasdem (59 kursi), PPP (19 kursi), Demokrat (54 kursi), PKS (50 kursi). Total kekuatan di parlemen yang kontra tunda pemilu 388 kursi. Pro 187 kursi Vs kontra 388 kursi. Jelas kekuatan yang tolak tunda pemilu jauh lebih besar di parlemen. Hal ini akan sangat menyulitkan jika pendukung tunda pemilu akan mengamandemen UUD 1945 terkait pasal Pemilu dan jabatan presiden.

Oleh : Agung Giantoro ( POLINC – Political Incircle consulting)

#red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

NEWSTICKER