SHARE NOW

Tanpa Jasa! Seorang Ibu Pemerhati, Pendamping Masyarakat Meringankan Beban Warga Mengatasi Adiministrasi di Rumah Sakit Umum Amri Tambunan Deli Serdang.

DELI SERDANG | TVNYABURUH —
Siapa yang tidak kenal dengan sesosok perempuan pemerhati masyarakat yang menyibukkan dirinya guna membantu masyarakat dalam urusan administrasi surat menyurat kerumah sakit di deli serdang yang tanpa pamrih ini selalu ikhlas menjalaninya, dan dia bukanlah seorang aktor, dia bukan juga seorang anggota dewan, bahkan dia juga bukan seorang selayaknya pejabat pemerintahan di negara republik indonesia.

Dia cuma seorang ibu rumah tangga biasa, selayaknya ibu pada umumnya, dan dia bernama Mariani br Sembiring alias Menik(57), ibu Menik cuma sebagai pemerhati, pendamping masyarakat dalam urusan administrasi rumah sakit bagi warga yang kurang mampu ia tolong, ibu menik memiliki 4 orang anak perempuan dan suami bernama Haji Suparman(60), yang beralamatkan di jalan bandar labuhan, desa tanjung morawa A, gang annur perumahan citra mandiri.

Ibu Menik lahir dari masyarakat biasa dan tidak ada unsur dalam politik apapun dalam melakukan profesi nya sebagai pemerhati maupun pendamping masyarakat yang kurang mampu, tidak ada gaji bulanan yang ia harapkan, namun pekerjaan tanpa pamrih ini ia lakukan hanya semata-mata ke ridhoan Allah swt.

Mariani bersama ketua komunitas ajs peduli A.jais.foto
Ibu menik saat mengurus surat sakah satu warga untuk melengkapi administrasi di rumah sakit umum amri tambunan, di kantor camat tanjung morawa.foto

Saat di tanya awak media, apa saja yang ibu Menik lakukan kesehariannya, ia mengatakan ” keseharian yang saya lakukan cuma sebagai ibu rumah tangga biasa saja, cuma saya sering dimintai tolong bagi warga yang kurang mampu dan tidak mengerti dalam urusan administrasi rumah sakit yang tidak memiliki BPJS, dirumah sakit umum Amri Tambunan sudah ada undregester namanya! Maka masalah seperti itu terkelola dengan anggaran admistrasi yang namanya undregester, surat miskin dari desa dan camat, dibawa ke dinas sosial dan di leges nanti oleh dinkes maka kesemuanya kita foto copy dan kita serahkan kerumah sakit umum dan tidak di pungut bayaran, nah.. ini lah yang saya lakukan tanpa harus saya minta sepeser pun kepada mereka yang kurang mampu ini”. Ujarnya, pukul.11.54wib Rabu 15 juni 2022.

Lanjutnya “banyak yang saya tangani dalam urusan administrasi kerumah sakit, seperti surat-surat operasi melahirkan, tumor, kista, prostat, batu karang dan banyaklah, harapan saya kepada pemerintah kabupaten, agar nasib saya berubah aja kedepannya, agar saya enggak merasa sedih, namun apa yang saya lakukan tidak ada kepentingan pribadi, soal gaji bulanan, tidak ada, makan aja saya bawa bontot, dan juga air minum”. Sambung ibu Mariani, sedih!

Adapun baju berlogo yang ia kenakan adalah pemberian secara pribadi yang diberikan oleh Dr. Haji Ruslan Pandia, yang bertugas di puskesmas pancur batu deli serdang, yang bertuliskan FPKM dan berlambangkan Tambah dan di kelilingi gambar warna-warni manusia, sebagai Forum Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat.

Semoga Mariani br Sembiring alias Menik di perhatikan dan didengar keluhannya oleh pemerintah kabupaten deli serdang, agar mendapatkan penghargaan, sebagai tanda jasa yang turut andil membantu kinerja pemerintah desa, kecamatan dan kabupaten.

Laporan: Eka.s

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

NEWSTICKER