SHARE NOW

SP/SB Jabar Gelar Aksi Pra May Day, Ini 12 Tuntutannya

BANDUNG | TVNYABURUH.COM – Jelang peringatan hari buruh Internasional 1 Mei  2022 atau May Day, sekitar 1.000 anggota gabungan serikat pekerja/serikat buruh yang ada di Provinsi Jawa Barat menggelar aksi Pra May Day.  Kegiatan tersebut di laksanakan pada Hari Jum’at 22 April 2022 tepatnya dimulai sekitar pukul 13.00 WIB sampai dengan pukul 17.00 WIB, bertempat di depan Kantor Gubernur Provinsi Jawa Barat Jalan Dipenogoro Kota Bandung.

Nampak hadir dalam acara tersebut diantaranya : 

1. Dede Rahmat (Sekretaris DPW FSPMI Jawa Barat)

WW2

2. Dadan Sudiana (Ketua DPD SPN Provinsi Jawa Barat)

3. Roy Jinto Ferianto (Ketua DPD TSK SPSI Provinsi Jawa Barat)

4. Muhamad Sidarta (Ketua DPD LEM SPSI Provinsi Jawa Barat)

5. Ajat Sudrajat (Ketua DPD SBSI-92 Provinsi Jawa Barat)

6. Asep Salim Tamim (Ketua DPD GOBSI Provinsi Jawa Barat) dan beberapa orang pimpinan serikat pekerja/serikat buruh Provinsi Jawa Barat lainya.

 

Aksi unjuk rasa ini sendiri sengaja dilakukan sebelum tanggal 1 Mei 2022, pasalnya pada tanggal tersebut diprediksi akan bertepatan dengan peringatan Hari Raya Idul Fitri.  Kemudian gabungan serikat pekerja/serikat buruh Provinsi Jawa Barat juga akan menggelar peringatan aksi May Day Tahun 2022, pada tanggal 14 Mei 2022 sesuai instruksi Nasional dengan melibatkan massa atau anggota yang lebih besar lagi. 

 

Adapun tuntutan mereka dalam aksi Pra May Day  2022 tersebut diantaranya : 

1. Menolak keras diberlakukannya Omnibuslaw undang-undang nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja

2. Menolak rencana pemerintah yang akan melakukan revisi terhadap undang-undang nomor 12 tahun 2011 tentang pembentukan peraturan perundang-undangan, karena jelas-jelas hal tersebut dilakukan hanya untuk melegitimasi pemberlakuan undang-undang nomor 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja

3. Menolak rencana revisi undang-undang nomor 21 tahun 2000 tentang serikat pekerja/serikat buruh

4. Menolak secara tegas penundaan Pemilu atau perpanjangan masa jabatan Presiden Republik Indonesia 

5. Sangat menyayangkan ketidak mampuan pemerintah dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan sehari-hari, terutama kenaikan harga Minyak Goreng

6. Mengecam keras terhadap kebijakan pemerintah yang menaikan tarif iuran BPJS Kesehatan terutama yang kelas 3, kenaikan PPN, kenaikan harga Pertamax dan memungkinkan untuk menaikan lagi harga Gas Elpiji, Solar, Pertalite dan tarif dasar listrik

7. Mendesak pemerintah untuk menerapkan kebijakan pendidikan gratis tanpa kecuali

8. Mendesak pemerintah agar peduli terhadap lahan pertanian yang semakin tergusur, padahal lahan pertanian merupakan barometer ketahanan pangan

9. Mendesak Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat agar pro aktif dalam menangani kasus pelanggaran Tunjangan Hari Raya (THR) keagamaan, untuk memastikan bahwa THR dibayarkan oleh pengusaha kepada setiap pekerja/buruh sebelum Hari Raya Idul Fitri dan menindak tegas perusahaan yang tidak membayar THR tepat waktu. Karena berdasarkan pengalaman dilapangan posko pengaduan THR yang didirikan oleh Disnakertrans hanya formalitas saja, sebab pelanggaran THR terus terjadi dan prosesnya sampai berlarut-larut

10. Mendesak Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat untuk mencari solusi terhadap sistem penetapan Upah Minimum, karena sistem yang sekarang ini berlaku jelas-jelas menjadi polemik tersendiri di Jawa Barat dan sangat merugikan pekerja/buruh

11. Mendesak Pemerintah Daerah Provinsi Jawa agar memberdayakan dinas terkait untuk mencegah maraknya kasus Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan makin meluasnya pemberlakuan status karyawan kontrak (PKWT) dan sistem Outsourcing yang jelas-jelas bertujuan hanya untuk melemahkan posisi tawar pekerja/buruh 

12. Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat harus memberikan solusi terhadap kesulitan ekonomi yang dialami pekerja/buruh sekarang ini. Upah Minimum tidak naik sementara harga-harga kebutuhan terus menerus naik. Perlu diketahui bahwa berbagai bantuan yang katanya diberikan oleh Pemerintah kepada masyarakat dari mulai terjadinya pandemi Covid-19 sampai dengan sekarang ini bantuannya tidak menyentuh kepada pekerja/buruh

 

Penulis : Drey

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

NEWSTICKER