SHARE NOW

Miris..!! Ibu Nurhayati Jual Cacing Tanah, Untuk Buat Beli Beras.

TANJUNG MORAWA | Tvnyaburuh.com – Beginilah kondisi keadaan rumah Nurhayati(59) dan suaminya Samsul Bahri(64) tinggal dalam kondisi memprihatinkan, Nurhayati dan Suaminya seorang pencari cacing tanah hanya bisa pasrah dalam keadaan kondisinya saat ini.

Ternyata cacing tanah yang ia dapatkan, kumpulkan dalam kurun waktu satu minggu yang beratnya hanya 7 ons dijual kepenampungan 1kg dikalikan Rp40.000,- hanya mendapatkan Rp28000,- . Dan uang yg ia hasilkan hanya cuma beli beras, dan cacing tanah tersebut ia dapatkan dikebun pohon sawit milik salah satu warga.

Nurhayati dan Samsul Bahri yg sebelumnya mengontrak rumah di gang kalimantan dusun IV desa tanjung morawa B, 6 tahun yang lalu, harus angkat kaki lantaran rumah yg di kontrak akan di jual yang punya kontrakan, kini Nurhayati dn Samsul bahri tinggal di emperan bantaran sungai kecil di jalan pembangunan bawah, pekan tanjung morawa, deli serdang, tepatnya lagi berbatasan tembok dibelakang perumahan komplek Mega Mansion desa tanjung morawa B, sudah 6 tahun lamanya.

WW2

Nurhayati (59) , Samsul Bahri (64) memiliki 3 orang anak , perempuan 2 orang, laki-laki 1 orang, dan kini anaknya hidup di perantauan, Samsul Basri yg kerjaannya serabutan membuat ia tidak berdaya, lantaran setiap pemborong bangunan hendak mengajak ia keluar kota untuk bekerja terhalang di administrasi, seperti kartu keluarga(KK) dn kartu Tanda pengenal(KTP) tidak ada sama sekali.

Saat tim bara news terjun kelokasi untuk dimintai keterangan terhadap Samsul Bahri terkait surat-surat administrasi yang tidak ada, ia mengukapkan, “saat banjir di tali air ini(anak sungai.red) surat-surat habis hanyut dibawa air, bahkan baju, piring juga hanyut, rumah yang kami bangun yg dulu disini, yg abang lihat pas di atas tali air ini, kalau lampu menggunakan lampu minyak(minyak tanah.red)”. Ujarnya

Saat Samsul Bahri menjelaskan lagi pada awak bara news, terpotong!, kalau istrinya menunjukan sesuatu yang ada didalam ember kecil warna hitam(timba.red) berupa cacing tanah, dan mengatakan, kalau mereka mencari cacing tanah untuk di jual hanya bisa beli beras, apa lagi saat banjir enggak bisa cari cacingnya, lagi pas-pas banjir ini bang, ya..tali air inilah yg kami gunakan buat mandi, cuci pakaian, piring, juga minum, kalau pas enggak banjir, air sumur yg kecil itulah bang”. Ungkap Bu’ Nurhayati menahan tangisnya.

Nurhayati berharap kepada pemerintah setempat, agar dapat membuatkan surat kartu keluarga dan KTP suaminya, konon Nurhayati tidak pernah dapat program PKH maupun program pemerintah lainnya di akibatkan terkendala administrasi surat-suratnya yang hilang dibawa air(hanyut.red).

Laporan: A.jais.s

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

NEWSTICKER