SHARE NOW

Kim Jong Un Kerahkan Pekerja Kantoran dan Buruh Pabrik Jadi Petani

JAKARTA | TVNYABURUH – Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un mengirim sejumlah pekerja kantoran dan buruh pabrik ke daerah pertanian di seluruh negeri. Menurut laporan media pemerintah, mereka diminta bergabung dalam perang melawan kekeringan di tengah ancaman krisis pangan berkepanjangan.

Kim Jong Un telah menyerukan langkah-langkah untuk memperbaiki ancaman kelaparan akibat pandemi virus Corona. Meski ada sedikit perbaikan di awal tahun lalu.

Kekeringan dan banjir telah lama menjadi ancaman musiman bagi Korea Utara. Negara komunis ini tidak memiliki sistem irigasi dan infrastruktur pertanian lainnya. Setiap ancaman alam dapat melumpuhkan ekonomi Korea Utara yang tertutup dan terhuyung-huyung akibat sanksi internasional.

Surat kabar Korea Utara Rodong Sinmun mengatakan pejabat pemerintah dan perusahaan serta pekerja pabrik bekerja sama dengan petani di seluruh negeri dalam mendistribusikan peralatan pompa dan mengembangkan sumber air di daerah rawan kekeringan. Sejauh ini tidak disebutkan kerusakan apa pun, namun upaya itu ditujukan untuk melawan musim kemarau yang sedang berlangsung. Korea Utara sedang bersiap menghadapi kekeringan yang akan datang.

“Upaya sistematis dan agresif sedang dilakukan untuk meningkatkan kesadaran publik dan memobilisasi semua kemampuan yang tersedia untuk mencegah kerusakan tanaman akibat kekeringan sebelumnya,” kata surat kabar itu.

Otoritas cuaca Korea Utara pada Selasa memperingatkan cuaca kering yang berkepanjangan di seluruh negeri sampai awal minggu depan, menurut kantor berita resmi KCNA.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un memberi isyarat saat dia menyaksikan uji coba senjata berpemandu taktis tipe baru menurut media pemerintah, Korea Utara, dalam foto tak bertanggal yang dirilis pada 16 April 2022 oleh Kantor Berita Pusat Korea (KCNA) Korea Utara. Militer Korea Selatan mengatakan pada hari Minggu bahwa mereka telah mendeteksi dua proyektil yang diluncurkan pada hari Sabtu dari pantai timur Utara menuju laut. KCNA melalui REUTERS

Badan cuaca mengatakan pekan lalu bahwa suhu rata-rata pada April adalah 2,3 Celcius (36,1 Fahrenheit) derajat lebih tinggi dari biasanya. Curah hujan nasioanl rata-rata hanya 44 persen.

Di Anju dan Kaechon, utara ibu kota Pyongyang, orang membuat kolam, menambahkan pupuk dan zat penambah pertumbuhan ke tanaman. Para petani juga mengirim traktor, truk, dan pembudidaya untuk membawa air ke pertanian.

Pengiriman lain mengatakan unit pekerja muda, yang disebut dolgyeokdae atau brigade pemuda dan biasanya dimobilisasi dalam proyek infrastruktur besar. Baru-baru ini mereka membangun saluran air di kota pelabuhan timur Hamhung sebagai bagian dari upaya untuk memodernisasi dan memperluas fasilitas irigasi.

Pada Maret, PBB mendesak Pyongyang untuk membuka kembali perbatasannya untuk membantu pekerja dan impor makanan. Penguncian wilayah akibat pandemi Covid-19 akan membuat semakin banyak orang menghadapi kelaparan.

Korea Utara belum secara resmi mengkonfirmasi kasus Covid-19, namun telah menutup perbatasan dan pembatasan perjalanan. Pada awal tahun ini, Korea Utara melanjutkan perdagangan dengan China.

Program Pangan Dunia memperkirakan bahwa sebelum pandemi melanda, sebanyak 11 juta orang atau lebih dari 40 persen populasi, kekurangan gizi dan membutuhkan bantuan kemanusiaan, dilansir dari tempo.com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

NEWSTICKER