SHARE NOW

Kantornya di grudug, Kadisnaker Banten Terima Buruh Untuk Beraudiensi

SERANG | TVNYABURUH.COM- Pimpinan Federasi yang tergabung dalam aliansi serikat pekerja serikat buruh (ASPSB) Kabupaten Serang diterima oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi UPTD Pengawasan Ketenagakerjaan Kab. Serang, Lebak, dan Pandeglang untuk melakukan audiensi (25/05/2022) 

Hadir pula Septo Kalnadi selaku Kadisnaker Provinsi Banten, Diki Kurniawan selaku Kepala UPTD Pengawasan Ketenagakerjaan Kab. Serang, Lebak dan Pandeglang, Karyadi dan Luki sebagai pegawai pengawas ketenagakerjaan. 

Adapun audiensi yang di bahas adalah keterkaitan kasus-kasus normatif  yang terjadi di tiap federasi yang tak kunjung usai ditangani oleh pengawasan ketenagakerjaan Prop. Banten. 

Disinggung juga tentang adanya regulasi yang digunakan, mengingat UU No.11/2020 Cipta Kerja masih berstatus Inkonstitusional tetapi sudah banyak dijalankan oleh perusahaan. 

Septo mengatakan “Keterkaitan dengan UU yang digunakan dilapangan sampai saat ini adalah UU No.13/2003 tetapi tidak dipungkiri juga UU No.11/2020 juga digunakan. Beberapa pasal yang dihapus di dalam UU 13/2003 itu berarti langsung menggunakan UU 11/2020.” 

Faisal perwakilan dari Garteks mengatakan, kami tidak tahu apakah dilakukan pemeriksaan oleh tenaga pengawas atau tidak karena masih banyak pelanggaran yang terjadi, belasan tahun bekerja upahnya, cuti, lemburan masih tidak sesuai aturan. Padahal itu adalah normatif. 

Banyaknya kasus normatif bukan hanya hitungan bulan, tetapi ada kasus yang waktu penyelesaiannya sampai 3 tahun dari pelaporan sampai saat ini belum jelas penanganan. 

Septo yang merupakan Kadisnaker yang baru saja menjabat. Disampaikan perlu adanya Rapat kordinasi dengan pejabat pengawas akan penyelesaian kasus ini. 

“Kami sudah memploting untuk melakukan pemeriksaan. Kendala kami kehabisan waktu mengingat banyaknya perusahaan yang harus dilakukan pemeriksaan. Tanggal 31 Mei kami lakukan rapat kordinasi dulu.” 

Gunawan Sutija perwakilan dari FSPMI mengatakan,

“Ini menjadi bahan koreksi terhadap kekecewaan kami terhadap kinerja pengawas. Untuk  next kedepannya akan seperti apa. Perlu Table timing yang dilakukan harus di sepakati bersama.” 

“Saya minta waktu 10 hari kedepan untuk memploting kembali kasusnya ditindaklanjuti setelah rakor selesai, sekaligus hambatannya dijawab dengan laporan tertulis dan kembali mengundang pimpinan federasi. Sepakat tanggal 06 Juni 2022 akan dilakukan pertemuan kembali.” Tutup Septo

 

Penulis : Mia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

NEWSTICKER