SHARE NOW

Gema Cita Kecam Deklarasi ‘Palsu’ Dibuat Untuk Turunkan Elektabilitas Anies

JAKARTA | TVNYABURUH — Ajang Formula E sukses diselenggarakan di Jakarta Sabtu, (4/6/2022). Hal ini tentunya sangat berdampak pada meningkatnya Elektabilitas Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan tentunya membuat Prestasi Anies semakin melesat. Namun sepertinya, ada pihak-pihak tertentu yang tidak menyukai hal tersebut.

Tidak berselang lama dari ajang Formula E tersebut, munculah deklarasi dukungan untuk Anies maju sebagai Capres 2024. Deklarasi dilakukan oleh kelompok yang menamakan dirinya FPI reborn. Namun Deklarasi ini tidak terlihat organik, justru terlihat ini merugikan Anies Baswedan dan bisa menggerus elektabilitas Anies Baswedan.

Dimas Tri Nugroho, Sekretaris Jenderal Gerakan Masyarakat Cinta Jakarta (Gema Cita) Mengecam Deklarasi “Palsu” yang dilakukan oleh oknum kelompok yang berlatar belakang tidak jelas. Deklarasi tersebut dilakukan oleh orang-orang yang tidak banyak dikenal publik dalam deklarasi tersebut, orang-orang yang terlibat tidak memiliki latar belakang yang jelas. Mereka datang ke lokasi bukan untuk benar-benar mendukung Anies, melainkan karena diiming-imingi imbalan materi oleh pihak oknum tertentu.

Deklarasi itu dilakukan oleh orang tak dikenal dengan mencatut nama organisasi lain.
Forum Persaudaraan Islam (FPI) mengeluarkan pernyataan sikap bahwa FPI sampai saat ini tidak pernah melakukan Deklarasi dukungan terhadap Tokoh mana pun. Sehingga bisa dipastikan bahwa Deklarasi yang dilakukan oleh FPI Reborn adalah Deklarasi yang dilakukan oleh orang tidak dikenal dan tidak bertanggung jawab dengan mencatut nama FPI.

Dimas menambahkan jelas bahwa deklarasi palsu dilakukan untuk menggerus elektabilitas serta mengaitkan Anies Baswedan dengan isu Radikalisme dan intoleransi.

Tidak seperti Deklarasi pada umumnya yang diramaikan dan diviralkan oleh media dan kelompok Relawan Anies sendiri, Deklarasi-deklarasi di atas justru pertama kali diramaikan dan diviralkan oleh akun-akun buzzer politik yang kerap menyerang Anies, seperti akun @_ekokuntadhi. Akun tersebut berusaha membangun narasi bahwasanya Anies Baswedan di dukung oleh organisasi terlarang. Akun-akun yang lain berusaha untuk mengaitkan Anies dengan isu intoleransi dan radikalisme. Mereka ingin membangun citra seolah-olah Anies Baswedan adalah sosok yang Radikal dan Intoleran. Sehingga pada akhirnya dapat menggerus elektabilitas Anies Baswedan.

Sudah dapat dipastikan bahwa deklarasi tersebut adalah deklarasi ‘palsu’ yang sengaja dibuat oleh pihak tertentu untuk menggerus elektabilitas Anies Baswedan. Mereka panik dan takut elektabilitas Anies Baswedan semakin melesat tinggi pasca keberhasilan Anies menyelenggarakan event internasional Formula E di Jakarta.

Laporan: Hilman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

NEWSTICKER