SHARE NOW

Christian Orchard Perangin, Kabag Umum PTPN III (Persero), Laonching dan Bedah buku berjudul Ramli”

MEDAN TELEVISINYABURUH –– Jumat 03 Juni 2022 bertempat di Aula Bagian Hukum Kantor Direksi PT Perkebunan Nusantara III ( PTPN III (Persero) Jln.Sei Batang Hari No.2 Medan,Dr.Christian Orchard Perangin- angin,SH,MKn.CLA Kepala Bagian (Kabag) Umum, melangsungkan acara lounching dan bedah buku berjudul ” Ramli”

Buku ini mengisahkan tentang integritas dan pengabdian seorang Buruh rendahan yang bekerja sebagai pelayan Direksi PTPN III (Persero) selama 35 Tahun lamanya.

Untuk mengetahui apa motivasi dan tujuan penulisan Buku ini, TVnyaburuh.Com, mecoba melakukan konfirmasi dan klarifikasi langsung kepada Dr.Christian Orchard Perangin-angin, SH,MKn, CLA dalam kapasitasnya sebagai penulis buku Jumat (03/06) di kantornya.

” Buku berjudul “Ramli” sengaja Saya tulis tujuannya untuk memotivasi para pekerja dan bagaimana seorang pemimpin dapat menghargai bawahannya.

Jika rumus mate-matika A=B dan B = C, maka hasilnya A=C, bila dalam rumus tersebut Pemimpin adalah A, dan Pelayan adalah B, dan Ramli adalah C, maka kesimpulannya Pemimpin itu adalah Ramli, Buruh yang jabatannya sebagai pelayan.

Artinya dari sini tentu kita sudah bisa mengetahui bahwa hakekat dari seorang pemimpin itu adalah pelayan” katanya.

Lanjutnya” Buku ini Saya yang tulis dan untuk penyapurnaannya dilakukan editing oleh Dini Usman,S.Sos.MM, seorang Buruh (Karyawan Pelaksana) PTPN III (Persero) dan untuk kegiatan launching dan bedah buku hari ini bekerja sama dengan Deli Art Community (DAC), dibawah binaan Soekirman mantan Bupati Deli Serdang, dan DAC ini adalah sebuah komunitas yang sering mengadakan kegiatan diskusi bertema kebudayaan di kota Medan.

Buku dengan judul Ramli ini diterbitkan oleh penerbit Swarnadwipa”

“Selama ini kita membaca banyak biografi dari kalangan pejabat atau orang-orang yang dianggap pemimpin di sebuah negara atau perusahaan. Saya ingin mengangkat seorang karyawan biasa, namun memiliki sikap hidup yang tidak biasa. Kita perlu mencontoh bagaimana pertarungan seorang Ramli untuk menyingkirkan kemiskinan dengan cara yang benar,” Ujar Kabag Umum ini.

Pantauan Awak Media, dalam acara lounching dan bedah buku ini, Tengku Rinel,SE ,Senior Executive Vice Presiden (SEVP) Supporting Business PTPN III (Pesrsero) dalam kata sambutannya yang disampaikan melalui rekaman video,
mengungkapkan rasa kegembiraan dan apresiasinya kepada karyawannya dalam hal ini penulis dan editor yang telah berkarya dan memiliki kreativitas yang sangat baik dalam menunjang terciptanya gerakan literasi melek pengetahuan melalui tradisi menulis buku.

” Saya merasa sangat gembira dan mengapresiasi kepada penulis dan editor, atas terbitnya buku berjudul ” RAMLI” dan harapan Saya semoga buku ini bisa menjadi motivasi untuk semua pekerja termasuk pimpinan khususnya di PTPN III (Persero)”

Dalam acara bedah buku ini, hadir dua pembedah buku, Dadang Darmawan, Dosen FISIP Universitas Medan Area sekaligus pengamat sosial politik di Sumatera Utara Sahat Simatupang, jurnalis dari majalah Tempo, sedangan Moderator yang memandu kegiatan bedah buku adalah Raihan Lubis, penulis dan mantan wartawan di beberapa media di antaranya majalah Gatra dan Detik.com.

Dalam pemaparannya Dadang dan Sahat sangat mengapresiasi buku Ramli yang bercerita tentang perjuangan seorang anak manusia bernama Ramli, hanya tamat SD, berasal dari keluarga di generasi ketiga dari kuli kontrak dari Jawa, hidup penuh kekurangan, namun tidak pernah mengenal kata menyerah pasrah, dan terus berjuang demi meraih kesejahteraan.

Hidup sebagai pekerja kasar hingga menjadi pelayan direksi bertahun-tahun bahkan sesudah pensiun masih diminta melayani direksi, karena caranya melayani atasannya sangat mengesankan.

Yang lebih menarik dengan kehidupan Ramli ini justru dituliskan oleh seorang pimpinan setingkat kepala bagian di perusahaan yang sama dalam perspektif yang berbeda”

Semoga saja buku yang diterbitkan penerbit Swarnadwipa ini bisa menjadi salah satu referensi bagi semua kalangan intelektual, pejabat, birokrat, mahasiswa, peneliti, seniman, budayawan, pengusaha, karyawan dan pengajar serta siapa saja yang mencintai agar kehidupan lebih baik.

Bagi yang ingin membaca dan memiliki buku itu bisa menghubungi pihak penerbit” Ujar kedua Aktivis ini.

Dalam buku ini terselip sebuah Puisi Karya Alm.A.Yusran, dengan Judul “Aku Bukan Karyawan” dibacakan oleh Dini Usman,S.Sos.MM.

Karyawan, engkau memanggilku dengan sebutan itu.
Aku lebih suka kau panggil buruh, budak upah.
Saudaraku banyak disemua negeri,hidup kami didikte.
Upah kami cukup buat makan agar tak mati.
Kemarin anakku sakit, masuk angin karena telat makan.
Berangkat sekolah hanya minum teh putih tanpa sangu.
Duit jajan sedikit diminta guru pembayar angsuran buku.
Pulangnya dapur belum berasap menunggu ibu.
Jam lima sore, pulang kerja pinjam beras catu dari tetangga.
Rebus kangkung sambal terasi,enaknya jang,bukan main.

Karyawan?
Itu mbak Desi wakil menejer yang judas.
Mas Tono yang tiap hari pakai dasi, mobilnya kilat.
Gaji mereka segepok, kerjanya tukang atur.
Aku buruh memeras keringat dengan gaji sedikit
Tak perlu kusebut jumlah,cukup untuk makan seminggu.
Selebihnya ramban kangkung dititipkan dikedai.
Lumayan bisa barter beras catu dan sekeping terasi.
Kemarin anakku sakit, masuk angin karena telat makan.
Uang bodrex dan oralit, siap gajian baru dibayar.
Kata orang itu nasib dari sononya, apa iya Tuhan sekejam itu?
Karyawan, aku buruh bisa baca sedikit.
Dari lembaran kertas yang kubaca, kaum modal kita.
Sifat arogan, karena lahir dari karbitan.
Mengeksplotasi kekayaan alam dari tenaga buruh.
Dengan modal sedikit ingin cepat kaya, keringat kami diperas.
Penghisap terpaling kejam,penyebab kemiskinan kami.
Benar dari sononya,IMF Bank Dunia yang merencana
Globalisasi nama setannya, neoliberal pencabut nyawa.
Tak ada jalan lain kecuali mengepal tinju.
Buruh bersatu membangun hidup baru.

Laporan: Anto Bangun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

NEWSTICKER