SHARE NOW

Buntut Kasus Mushola, FSPMI Bekasi Berencana Laporkan Balik Pengelola Kawasan EJIP

BEKASI | TVNYABURUH.COM – Kasus pelaporan penyerobotan tanah terhadap empat aktivis buruh Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Bekasi sudah dihentikan pihak Kepolisian Polres Metro Bekasi.

Namun bila pihak EJIP masih bersikukuh mengklaim tanah tersebut miliknya maka giliran para buruh yang bakal melaporkan balik pengelola kawasan Industri EJIP ke pihak kepolisian.

“Memang kasus ini sudah dihentikan, akan tetapi bila pihak EJIP tetap bersikukuh mengklaim tanah tersebut miliknya maka kami buruh Bekasi akan melaporkan balik pengelola kawasan EJIP ke polisi,” kata Sekretaris KC FSPMI Bekasi Sarino kepada media perdjoeangan (25/5/2022)

Lebih lanjut Sarino membenarkan pemberitaan yang dimuat di beberapa media lokal terkait rencana FSPMI Bekasi melaporkan balik pihak pengelola kawasan industri EJIP ke polisi.

Terlebih ada video yang beredar terkait rapat Pj. Bupati Bekasi Dani Ramdan yang intinya ada rencana pengoptimalan pemanfaatan jembatan penghubung kawasan EJIP dan MM2100 untuk kepentingan masyarakat.

“Secara tidak langsung ada pengakuan dari pemerintah daerah Bekasi bahwa jembatan buntung dan surau omah buruh menempati lahan tanah negara bukan tanahnya EJIP, artinya jelas bahwa itu bukan tanah EJIP,” jelas Sarino.

Buruh Bekasi khususnya FSPMI menanggapi positif tentang rencana pemerintah Bekasi untuk memanfaatkan jembatan buntung tersebut untuk kepentingan umum dengan syarat buruh dibangunkan tempat yang layak untuk melakukan konsolidasi.

“Kami persilahkan bilamana pemerintah daerah Bekasi akan menggunakan lahan tersebut untuk kepentingan masyarakat dengan catatan kami diberikan dan dibangunkan tempat yang layak untuk melakukan konsolidasi dan justru itu harapan kami,” pungkasnya.

 

Penulis : Yanto

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

NEWSTICKER