SHARE NOW

9 Perkara Tipiring Pencurian Produksi PTPN III KANAU Menunggu sidang.

AEK NABARA | TVNYABURUH.COM – Terbitnya Peraturan Mahkamah Agung (PERMA) Nomor : 02 Tahun 2012 tentang Batasan Tindak Pidana Ringan (TIPIRING) dan jumlah denda dalam KUHP, sangat menguntungkan bagi pencuri produksi perkebunan, sebab setiap pencuri yang ditangkap dan barang buktinya nilainya tidak melebihi Rp 2.500.00 (Dua Juta Lima Ratus Ribu Rupiah) dan ketika diserahkan ke Penegak Hukum, beberapa jam kemudian bisa bebas kembali, karena perkaranya diklasifikasikan Tindak Pidana Ringan ( TIPIRING).

Pencuri produksi diuntungkan, tetapi kami dipihak perkebunan sangat dirugikan,” Kata Idham Matondang Assisten Personalia Kebun (APK) PT Perkebunan Nusantara III (PTPN III (Persero) Kebun Aek Nabara Selatan, kepada TVnyaburuh.Com hari ini Kamis (24/03) di kantornya.

” Selain pidananya diklasifikasikan sebagai TIPIRING proses persidangannya pun sangat lambat, hal ini tentunya menjadikan tidak ada efek jera bagi pelakunya, sebaliknya memberikan ruang dan kesempatan untuk pencuri melakukan pencurian produksi.

Dari Januari hingga Maret 2022 ada 9 Kasus yang kami serahkan ke Polsek Bilah Hulu, tetapi hingga sekarang belum disidangkan, informasinya berkas dikirim secara bertahap menunggu P.21.(hasil penyidikan suatu perkara pidana sudah lengkap)

Dampak dari belum disidangkan perkara TIPIRING ini, tetap memberi keuntungan kepada pencuri produksi, sebab ketika pencuri tersebut tertangkap untuk kedua kalinya kepadanya sudah pasti tidak bisa diterapkan pasal pencurian yang ada di KUHP, dan tetap diklasifikasikan sebagai TIPIRING.” Jelasnya.

Terpisah AKP Ramses Panjaitan,SH.Kapolsek Bilah Hulu saat dikonfirmasi via pesan singkat, membenarkan “Sudah dikirim secara bertahap menunggu P.21 harap sabar ” Ujarnya singkat.

Laporan: Anto Bangun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

NEWSTICKER