SHARE NOW

Anies Dibilang Tak Cerdas, RUDY DARMAWANTO: Haris Kurang Memahami Aturan Organisasi.

JAKARTA | Tvnyaburuh.com – Pengukuhan DPD I KNPI DKI Jakarta yang dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan pada tanggal 20 Desember 2021 merupakan jawaban serta kelanjutan dari Musda Penyatuan DPD I KNPI DKI Jakarta sebelumnya, 26 desember 2021.

Namun, pengukuhan tersebut menuai polemik. pasalnya Ketua Umum KNPI dari salah satu kubu, Haris Pertama malah menyindir Gubernur DKI Jakarta dan mengatakan jika menyalahi aturan AD/ART.

Haris mengatakan bahwa Gubernur Anies Baswedan tidak cerdas karena melantik DPD I KNPI DKI Jakarta yang menurutnya tak sesuai AD/ART.

Pernyataan Haris tersebut mengundang banyak Senior KNPI DKI Jakarta memberikan tanggapan. Salah satunya Rudy Darmawanto yang merupakan salah satu Senior di DPD I KNPI DKI Jakarta.

Rudy Darmawanto, Senior DPD I KNPI DKI Jakarta serta Pimpinan OKP
Menurut Rudy, Haris sebagai Ketua Umum gamang dan kurang memahami aturan organisasi. Gubernur tidak melantik, tapi mengukuhkan.

“Apa yang telah dilakukan oleh Gubernur DKI Jakarta dengan mengukuhkan DPD KNPI DKI Jakarta adalah tindakan tepat dan menghindarkan konflik KNPI ditingkat pusat. Pasalnya Gubernur DKI tidak melantik tetapi mengukuhkan pengurus hasil musda penyatuan KNPI DKI dan itu dibenarkan. Bila nanti waktunya pas maka DPD KNPI DKI dapat dilantik oleh DPP KNPI atau DPP KNPI hasil kongres penyatuan.” Ujar Rudy

Menurut Rudy ada yang namanya hukum floor Musda. Hukum floor sendiri ialah sebagai kesepakatan peserta Musda.

“Didalam hukum Musda itu berlaku hukum floor sebagai kesepakatan peserta Musda artinya siapa saja utusan yang dualisme maka disarankan untuk melakukan islah atau penyelesaian lebih dahulu. Bila tidak maka kepesertaannya gugur. Siapapun utusanya, apakah OKP yang dualisme, DPD yang dualisme atau juga utusan DPP yang dualisme. Jadi berlaku bagi semua utusan harus islah atau melakukan penyelesaian terlebih dahulu. Dan apabila masih dualisme maka gugur kepesertaanya”. Tambah Rudy

Rudy juga menanggapi Caretaker DPD I KNPI DKI Jakarta yang dilakukan oleh Haris Pertama yang dipimpin oleh Pengurus DPP KNPI bernama Bintang.

“Soal carakteker bentukan Haris Pertama yang dipimpin sdr. Bintang Cs bahkan akan melakukan MUSDA KNPI DKI buat saya dan teman-teman ya silahkan saja itu hak DPP KNPI versi Haris Pertama. Tetapi ingat SK DPP mereka sudah habis alias kadaluarsa. Seharusnya bila mereka punya jiwa besar, arif dan menghargai yang lebih senior, mereka bisa memahani keadaan DKI secara baik dan utuh dan harusnya dihindarkan sikap memecah bela persatuan KNPI DKI apalagi nyinyir soal Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta.” Pungkas Rudy.

Rudy berpesan agar Haris sebagai Ketua Umum harusnya sibuk mempersiapkan kongres, bukannya malah sibuk memecah belah KNPI DKI Jakarta. Yang mengartikan bahwa Haris ialah biang pemecah belah.

“DPP KNPI versi Haris Pertama seharusnya sibuk menpersiapkan kepanitian Kongres KNPI dan langkah persiapan Kongres bukan sibuk memecah belah. nyinyir dan sibuk membuat gerakan yang melanggar komitmen OKP dalam musda penyatuan yang lalu.” Imbuh Rudy

Rudy kecewa karena Haris merendahkan derajatnya sebagai Ketua Umum karena memecah belah persatuan KNPI dan melanggar kesepakatan yang sudah disepakati OKP-OKP sebelumnya.

“Saya dan teman-teman pimpinan OKP dan senior KNPI DKI Jakarta melihat sosok haris pertama itu sebagai seorang yang baik, visioner dan Komit terhadap persatuan pemuda. Namun ternyata dia merendahkan derajat dirinya dan miskin terhadap komitmen persatuan pemuda, khususnya Pemuda Jakarta.” Tutup Rudy

Rudy mengingatkan Haris bahwa Gubernur hanya mengukuhkan bukan melantik. Dan jelas diperbolehkan, malah itu merupakan tindakan yang cerdas.

#tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

NEWSTICKER